Tutup Iklan
Positif Covid-19, 6 Santri Pondok Gontor Datang ke Ponorogo Tanpa Rapid Test
Santri berjalan menuju asrama di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo, Rabu (18/5/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Solopos.com, PONOROGO — Enam santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo pada Rabu (8/7/2020) ini terkonfirmasi positif Covid-19. Pada hari sebelumnya, sudah ada satu santri Pondok Gontor yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga saat ini total santri Pondok Gontor yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada tujuh santri. Ketujuh santri ini merupakan dari berbagai daerah.

Kasus pertama di Pondok Gontor yaitu santri laki-laki berusia 17 tahun asal Sidoarjo. Sedangkan enam kasus lainnya yaitu dua orang berasal dari Makassar (Sulawesi Selatan), satu orang dari Manado (Sulwesi Utara), satu orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), satu orang dati Ternate (Maluku Utara), dan satu orang dari Gowa (Sulawesi Selatan).

Rusia: Kami akan Punya Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan enam santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu ini ternyata datang ke Pondok Gontor hanya membawa surat kesehatan saja. Mereka tidak membawa surat hasil rapid test.

Dia menuturkan rapid test ini sangat penting sebagai langkah deteksi awal para santri yang berasal dari berbagai daerah tersebut. Menurutnya, surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tidak mampu menunjukkan bahwa santri tersebut terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Dengan kondisi ini, bupati berharap seluruh santri, ustaz, serta penghuni pondok lainnya yang datang ke Ponorogo harus melakukan rapid test.

“Dengan kejadian ini, marilah kita semua mengambil pelajaran dan hikmah. Utamanya pesantren-pesantren lain. Ternyata rapid test sangat penting untuk dilakukan sebagao deteksi awal status Covid-19 dari santri, ustaz, dan penghuni pondok lainnya,” jelas dia, Rabu.

Diawali Rapid Test

Ipong menyampaikan hampir semua penemuan kasus positif di Ponorogo diawali dengan rapid test. Sehingga, rapid test sangat penting terlebih bagi warga yang datang dari zona merah persebaran Covid-19. “Terbukti juga, saat ini 80% yang terkonfirmasi positif di Ponorogo datang dari zona merah,” kata bupati.

Lebih lanjut, Ipong menegaskan saat ini kondisi rumah sakit di Ponorogo sudah mulai penuh pasien Covid-19. Ada beberapa pasien positif yang terpaksa diisolasi di rumah secara mandiri.

Update Covid-19 Dunia: Jumlah Kasus Positif Hampir Tembus 12 Juta

“Untuk masyarakat Ponorgo pada umumnya. Nampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. Mari semakin waspada. Mari saling jaga. Mari saling mengingatkan,” jelas dia.

Akumulasi kasus positif Covid-19 di Ponorogo per 8 Juli 2020 sebanyak 66 pasien. Dengan pasien sembuh 32 orang. Pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit ada 29 orang dan isolasi mandiri ada dua orang. Sedangkan pasien meninggal ada tiga orang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho