Kategori: Internasional

Positif Corona, Dosen Asal Indonesia Meninggal di Malaysia


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, KUALA LUMPUR — Iran Amri Musoddiq, salah satu dosen asal Indonesia yang mengajar untuk Program Musik Fakulti Seni Gunaan dan Kreatif Universiti Sarawak Malaysia (Unimas), meninggal dunia pada Selasa (31/3/2020) pagi, setelah sempat dinyatakan positif virus corona.

Pembangunan Stadion Kebo Giro Boyolali Mandek, Karena Corona?

Informasi meninggalnya Iran diperoleh dari pernyataan Pengurus Perwakilan Persatuan Mahasiswa Seni Gunaan dan Kreatif (PERSENI) Unimas 2019/2020 dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching.

Kisah Sejumlah Superspreader yang Tak Sadar Jadi Penyebar Covid-19

Organisasi kemahasiswaan di Malaysia tersebut menyampaikan Iran Amri Musoddiq yang positif virus corona meninggal dunia pagi ini.

"Oleh karena itu marilah kita bersama-sama memanjangkan doa agar roh beliau senantiasa dicucuri dan dirahmati. Kami mewakili seluruh warga fakultas juga menyampaikan salam takziah kepada keluarga," kata pernyataan tersebut.

Jadi Pusat Ekonomi, 3 Pasar Tradisional di Karangtengah Wonogiri Tutup Gara-Gara Corona

Sementara itu, Konjen KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno melaporkan secara informal meninggalnya WNI di Malaysia itu ke Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, Direktur Perlindungan WNI dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.

Hari Ini Dalam Sejarah: 31 Maret 627, Pertempuran Khandaq Meletus

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Sarawak Malaysia memberitahukan Iran positif virus corona dengan gejala yang dirasakan sejak 10 Maret 2020. KJRI pun berkoordinasi dengan pusat penanganan virus Sarawak untuk pengobatan Iran.

KJRI juga meminta bantuan pihak kesehatan Sarawak untuk membantu keluarga dalam penanganan pencegahan dengan tindakan isolasi di rumah dan tindakan penanganan lainnya bila terjadi gejala sesuai protokol pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sosiolog UNS Solo: Pekewuh Bikin Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Sosial

KJRI juga meminta rekan-rekan, mahasiswa, atau orang-orang yang berhubungan dengan Iran, baik di Malaysia atau di mana saja, sejak 10 Maret sampai saat ditetapkan positif corona, untuk melakukan protokol pencegahan.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra