Tutup Iklan

Positif Corona, 2 Pasangan Calon Pengantin Di Wonogiri Tunda Akad Nikah

Dua pasangan calon pengantin di Kecamatan/Kabupaten Wonogiri terpaksa menunda proses ijab kabul karena terkonfirmasi positif corona.

 Calon pengantin menunjukkan hasil tes cepat antigen kepada petugas sebelum menjalani akad nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/7/2021). (Istimewa/Santoso)

SOLOPOS.COM - Calon pengantin menunjukkan hasil tes cepat antigen kepada petugas sebelum menjalani akad nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/7/2021). (Istimewa/Santoso)

Solopos.com, WONOGIRI — Dua pasangan calon pengantin terpaksa menunda akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Wonogiri, Kamis (29/7/2021), lantaran terkonfirmasi positif corona.

Total ada 24 orang atau 12 pasangan calon pengantin yang dijadwalkan akad nikah di KUA, Kamis. Namun tiga orang pada dua pasangan calon pengantin ternyata positif Covid-19 berdasar tes cepat antigen dan polymerase chain reaction atau PCR.

Sebagai informasi, calon pengantin di Wonogiri harus menjalani tes cepat antigen jika ingin menikah selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Pernikahan juga harus dilaksanakan di KUA.

Kepala KUA Kecamatan Wonogiri, Santoso, kepada Solopos.com, Kamis, menginformasikan akad nikah dua pasang calon pengantin yang sedianya digelar hari itu ditunda. Hal itu lantaran tiga orang calon pengantin dari Wonogiri itu positif corona.

Baca Juga: Salut! Rutan Wonogiri Bagi-Bagi Paket Sembako ke Warga Terdampak PPKM

Dua orang positif Covid-19 berdasar tes PCR dan satu orang positif Covid-19 berdasar tes cepat antigen. Mereka yang positif berdasar tes PCR merupakan satu pasangan. Calon pengantin laki-laki, warga Jaten, Selogiri, Wonogiri, melakukan tes PCR 19 Juli.

Sedangkan calon pengantin perempuan warga Giritirto, Kecamatan Wonogiri menjalani tes PCR 24 Juli. Satu orang calon pengantin lainya yang positif berdasar tes cepat antigen yakni perempuan warga Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri. “Penundaan ijab kabul ini sudah sesuai ketentuan yang berlaku pada PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat],” ulas Santoso.

KUA Bersinergi Dengan Satgas Covid-19

Ia melanjutkan KUA Kecamatan Wonogiri dan Satgas Covid-19 selalu bersinergi dalam mencegah penularan virus corona pada proses akad nikah calon pengantin. Setiap ada acara pernikahan Satgas yang meliputi polisi, TNI, perwakilan pemerintah kecamatan, dan puskesmas selalu mengawal untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan secara disiplin.

Menurut Santoso, protokol kesehatan proses ijab kabul sangat ketat. Semua orang yang terlibat harus memakai masker dan mencuci tangan. Pasangan calon pengantin, saksi, wali, dan penghulu harus memakai sarung tangan karet.

Baca Juga: Kawasan Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo Bakal Dipermak Dan Dibikin Lebih Cantik

Terlebih, saat proses ijab kabul berlangsung penghulu dan pengantin laki-laki harus bersalaman. Jumlah orang yang dibolehkan masuk ruangan maksimal enam orang, yakni pasangan calon pengantin, satu wali nikah, dua orang saksi, dan satu fotografer. Tempat duduk diberi jarak aman. Setelah akad nikah selesai pengantin dan pendamping diimbau langsung pulang.

“Proses ijab kabul juga dipercepat. Satu proses akad nikah berkisar 15-20 menit. Pada kondisi normal durasinya bisa mencapai 30 menit. Kami memiliki dua penghulu. Kalau ada dua pasang calon pengantin yang datang bersamaan bisa langsung dikaver,” kata Santoso.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Wonogiri, Joko Purwidyatmo, menjelaskan sesuai ketentuan pasangan calon pengantin harus tes antigen sehari sebelum ijab kabul di Kantor KUA selama PPKM. Pada hari pelaksanaan pernikahan surat hasil tes antigen harus diserahkan kepada petugas.

Baca Juga: Cetak Rekor Lagi! Satu Hari, Ada 40 Pemakaman Prokes Covid-19 di Wonogiri

Tidak Boleh Menggelar Resepsi

Hal ini sudah disampaikan kepada para calon pengantin saat pendaftaran atau pengajuan permohonan pernikahan. Apabila hasil tes positif biasanya orang yang menyerahkan surat hasil tes antigen kepada petugas adalah utusan keluarga pasangan calon pengantin. Jika hasil tes negatif, calon pengantin bersama keluarga langsung datang ke KUA pada hari H pelaksanaan ijab kabul.

“Yang hasil tes antigennya positif Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri minimal 10 hari, sehingga pernikahan ditunda dulu. Setelah isolasi mandiri selesai mereka harus tes antigen lagi. Jika hasilnya negatif mereka baru boleh menjalani ijab kabul di KUA. Kalau hasilnya masih positif yang bersangkutan isolasi mandiri lagi. Penjadwalan ulang ijab kabul baru dilakukan jika hasil tes antigen negatif,” ulas Joko Joko yang juga Camat Wonogiri itu.

Ia menambahkan saat pendaftaran Satgas bersama petugas KUA memberi edukasi bahwa keluarga tidak boleh menggelar resepsi di rumah. Proses ijab kabul harus di KUA. Sebagai informasi, kasus yang sama terjadi di Kecamatan Wonogiri pada 15 Juli lalu. Saat itu, satu dari 24 orang calon pengantin positif Covid-19 berdasar tes cepat antigen.

Berita Terkait

Berita Terkini

ODGJ Klaten Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Sumur

Kasus bunuh diri di Klaten itu kali pertama diketahui Suwarni. Mendengar suara air mengalir dari arah sumur milik ST. Begitu dicek, Suwarni melihat ST sudah meninggal dunia dengan gantung diri di sumur tersebut.

Sidak Proyek Kantor BPBD, Wabup Klaten Peringatkan Kontraktor!

Nilai kontrak pembangunan Kantor BPBD yang disidak Wakil Bupati Klaten senilai Rp7,59 miliar dari APBD Klaten. Rentang waktu pengerjaan selama 180 hari dimulai sejak Juni 2021.

Mau Petik Jambu, Pekerja Proyek Malah Temukan Granat Nanas di Solo

Saat hendak memetik jambu di tepi rel kereta api, Danu melihat benda mencurigakan yang ternyata sebuah granat yang diduga masih aktif.

P4GN Karanganyar Peringati Hari Karang Taruna

Selain sosialisasi antinarkoba, P4GN Karanganyar juga mengadakan bakti sosial berupa pembagian nasi dalam boks kepada pedagang kaki lima (PKL) dan warga di wilayah kota kecamatan Jatipuro untuk memeringati Hari Karang Taruna.

Serbuan Vaksinasi Dinilai Sukses, Polres Klaten Dapat Penghargaan

Penghargaan diberikan menyusul peran aktif jajaran Polres Klaten di bawah komando AKBP Eko Prasetyo dalam menyukseskan serbuan vaksinasi di Kabupaten Bersinar.

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.