Tutup Iklan
Populasi Domba Batur Diproyeksikan Tumbuh 5.000 Ekor/Tahun
Suasan Festival Domba Batur 2019. (Bisnis-Istimewa)

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memproyeksikan pertumbuhan populasi domba Batur dapat mencapai 5.000 ekor/tahun dalam lima tahun mendatang.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono berharap pertumbuhan populasi domba khas Kecamanatan Batur dalam lima tahun mendatang itu memicu dampak ekonomi yang masif dirasakan masyarakat. “Saat ini, harga domba Batur dapat mencapai Rp7,5 juta per ekor. Keuntungan tersebut tentunya diharapkan dapat berkelanjutan untuk jangka panjang,” tuturnya sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indoneia (JIBI), Selasa (27/8/2019).

Dalam empat tahun terakhir, populasi domba Batur cukup mengkhawatirkan karena cenderung menurun. Rata-rata setiap tahun jumlah hewan persilangan domba merino dan domba ekor tipis ini berkurang 15%. “Jumlahnya kini di bawah 10.000 ekor, dengan penurunan rata-rata 15% setiap tahun. Makanya kita tekankan ke petani, sementara domba Batur jangan dikeluarkan dulu. Lebih baik dikembangkan di sini, terutama untuk jantan yang unggul,” imbuhnya.

Selama ini, salah satu penyebab turunnya populasi domba Batur ialah penjualan yang tidak terkendali. Pemasaran tersebut tidak hanya untuk diambil daging dan bulunya, tetapi juga keperluan di sektor turisme.

Tak jarang domba Batur dengan bentuk tubuhnya yang gempal, berbulu putih, dan perangai yang jinak, menjadi salah satu daya tarik tempat wisata. Terutama untuk tempat wisata yang bernuansa alam, seperti di Kawasan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Pemerintah sebetulnya cukup serius dalam upaya pelestarian domba Batur. Pada 17 Juni 2011 diundangkan Keputusan Kementerian Pertanian tentang Penetapan Rumpun Domba batur, yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Selain itu, pada 2015 Kementan menetapkan Kabupaten Banjarnegara sebagai wilayah sumber bibit domba Batur, dan juga ternak domba Batur sebagai sumber daya genetik (SDG) hewan. Pada 2018, jumlah domba Batur di Banjarnegara berjumlah 8.835 ekor. Tren penurunan populasi memerlukan solusi inovatif dan konkret, serta sinergi program antarpemangku kepentingan.

Budhi berpesan kepada pedagang dan peternak, sebagai pelaku usaha domba Batur, untuk mempertahankan kekayaan Banjarnegara dengan cara mengembangkan domba yang memiliki genetik baik. “Grade bagus jangan dijual atau dibawa keluar Banjarnegara. Grade bagus dijadikan bibit untuk dikembangbiakan lebih lanjut di sini,” imbuhnya.

Peternak juga diharapkan melakukan seleksi perkawinan yang ketat, sehingga keturunan domba Batur nantinya memiliki kualitas yang lebih baik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho