Ponpes di Jateng Bakal Terima Miliaran Rupiah demi Cegah Covid-19
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberi keterangan pers seusai seusai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Pendapa Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019). (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Seleksi Duta Pondok Pesantren. Pemprov Jateng menggelar kegiatan itu dalam kaitan mencegah penularan dan persebaran virus coorna jenis baru pemicu Covid-19 di lingkungan ponpes.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan selama ini ponpes menjadi tempat berkumpul sekelompok orang dengan jumlah yang bervariasi. Mereka melakukan aktivitas kegiatan pendidikan baik formal dan informal.

Menurut Yasin, kondisi itu membuat ponpes rentan menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19, khususnya di lingkungan ponpes di Jateng.  "Maka dari itu, Pemprov Jateng menginisiasi Gerakan Jogo Santri sebagai upaya mendukung program Jogo Tonggo di ponpes. Nanti, akan dipilih ponpes yang selama ini berpartisipasi aktif dalam mencegah dan menerapkan Covid-19 sebagai duta pondok pesantren," ujar pria yang kerap disapa Gus Yasin itu.

Benarkah Cinta Pandangan Pertama Itu Cinta Sejati?

Ponpes yang terpilih sebagai duta pondok pesantren itu nantinya akan menjadi percontohan ponpes lain. Hal itu dikarenakan ponpes tersebut sudah proaktif dalam menjaga kesehatan warganya, dengan sarana dan prasarana yang dimiliki. Pemerintah pun akan memberikan apresiasi dan fasilitasi pada ponpes terpilih sebagai bentuk penghargaan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperakim) Jateng, Arief Djatimiko, mengatakan nantinya akan dipilih 15 duta pondok pesantren. Bagi pemenang, disiapkan hadiah sepaket kit Jogo Santri, dan pembangunan sarana prasarana pencegahan penularan Covid-19. Seperti APD, sprycan disinfektan, pembuatan tempat wudu, ruang isolasi mandiri, dan penataan sanitasi lingkungan pondok pesantren.

15 Pondok Pesantren

Total hadiah yang disiapkan untuk 15 pemenang mencapai miliaran rupiah. “Setelah terpilih 15 duta pondok pesantren, maka mereka mengajukan proposal penyusunan penggunaan hadiah.  Dalam penyusunan hingga pelaksanaan pembangunan fisik, akan didampingi Disperakim Jawa Tengah,” tuturnya.

Arief menjelaskan syarat untuk mengikuti kompetisi tersebut antara lain ponpes harus berlokasi di Jateng. Memiliki organisasi pengelola, belum pernah terjadi kasus Covid-19, dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

The Silent Sea, Obat Kangen Penggemar Gong-yoo

Upaya pencegahan Covid 19 di pondok pesantren dibuktikan dengan mengirim video berdurasi tiga menit. Isinya mengenai upaya ponpes dalam memfasilitasi penghuni pesantren untuk menjaga kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan. Muatan lokal kegiatan pencegahan Covid-19 yang dimiliki ponpes akan menjadi nilai tambah.

“Pendaftaran dan pengiriman video sudah bisa dilakukan mulai 14 September, dan ditunggu hingga 27 September 2020. Jadwal penilaian administrasi dan teknis pada 28 September- 2 Oktober. Sebanyak 30 nominasi ponpes terbaik, akan menjalani verifikasi lapangan tanggal 5-16 Oktober 2020. Selanjutnya dilakukan rapat pleno, dan pengumuman pemenang tanggal 21 Oktober 2020,” urai dia.

Arief juga mengingatkan, peserta kompetisi ponpes Jateng dalam penanganan Covid-19 diwajibkan mengunjungi, mem-follow atau subscribe media sosial dan website Disperakim Jateng. Akun instagram di Disperakimprovjateng, Twitter di @disperakimJtg, facebook di Disperakim Provinsi Jawa Tengah, youtube di Programdisperakim dan website di Disperakim.jatengprov.go.id.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom