Tutup Iklan

Ponorogo Tetapkan Status KLB DBD

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menetapkan kejadian luar biasa (KLB) atas kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Bumi Reog sejak awal Januari 2019.

Ponorogo Tetapkan Status KLB DBD

SOLOPOS.COM - ilustrasi demam berdarah. (Solopos-Dok)

Solopos.com, PONOROGO -- Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Bumi Reog sejak awal Januari 2019. Saat ini sudah ada 172 warga yang terjangkit DBD dan tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia karena DBD.

Setelah ditetapkan sebagai wilayah KLB atas kasus DBD, Ipong meminta Puskesmas untuk menggratiskan biaya pengobatan khusus bagi penderita DBD.

"Penetapan KLB ini setelah saya rapat dengan seluruh camat dan kepala Puskesmas se-Ponorogo. Saya meminta Puskesmas di Ponorogo untuk menggratiskan biaya pengobatan khusus DBD," jelas Ipong dalam siaran pers yang dikutip Madiunpos.com, Selasa (29/1/2019).

Bupati Ipong juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pemberantasan nyamuk DBD dengan cara fogging maupun pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemkab Ponorogo juga akan mengalokasikan anggaran untuk alat fogging jika memang dibutuhkan.

"Jika alat foggingnya kurang, nanti akan kita anggarkan. Kalau tidak ada anggaran kami gunakan dana on call karena ini kejadian luar biasa, jadi bisa," jelas Bupati Ponorogo.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini, mengatakan data sampai saat ini ada sebanyak 172 penderita DBD dan tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia karena DBD. Dia mengklaim pada bulan Februari besok, kasus DBD di Ponorogo akan mengalami penurunan.

"Akhir Januari ini penderita sudah mulai turun. Yang tadinya rumah sakit kekurangan tempat tidur, kini sudah tersedia dan jumlah penderitanya juga sudah turun," jelasnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Copa America 2021: Brasil Gilas Peru 4-0, Neymar 1 Gol

Brasil memuncaki klasemen sementara Grup A Copa America 2021 setelah menggilas Peru 4-0.

Percepatan Vaksinasi Bisa Tekan Angka Covid-19 di Kudus

Percepatan vaksinasi nasional termasuk di Kabupaten Kudus dinilai mampu  menekan laju penyebaran kasus positif Covid-19 di daerah setempat.

Covid-19 Serang 14 Nakes, RS Elisabeth Purwokerto Ditutup Sementara

RS Elisabeth Purwokerto terpaksa menutup sementara semua pelayanan selama sepekan lantaran 14 tenaga kesehatan mereka terpapar Covid-19.

Petani Selo Boyolali Tanam Bawang Merah dengan Bibit Biji, Panen Perdana Hasilkan 9-10 Ton/Ha

Keuntungan usaha tani bawang merah dengan bibit biji antara lain menurunkan biaya produksi, penyimpanan serta distribusi lebih mudah.

Klasemen Grup C setelah Belanda Jadi Tim Ketiga Lolos ke 16 Besar Euro 2020

Memphis Depay dan Denzel Dumfries menjadi aktor kemenangan Belanda lolos ke babak 16 besar Euro 2020.

Yamaha XSR 155 Jadi Andalan Sepeda Motor Harian dan Touring

Daya tarik XSR 155 kian melekat di hati konsumen Indonesia yang menjatuhkan pilihannya pada motor sport heritage itu.

Penting, Ini Tips Mendapatkan Review Bagus dari Pembeli di Tokopedia

Review pembeli sangat menentukan performa dan penjualan toko online di e-commerce, termasuk di Tokopedia.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Samas Bantul, Ini Ciri-Cirinya

Mayat seorang pria paruh baya ditemukan di pinggir Pantai Samas Bantul. Belum diketahui identitas mayat tersebut.

Copa America: Pertahanan Kokoh, Venezuela Tahan Imbang Kolombia 0-0

Kolombia harus berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam pertandingan Grup B Copa America 2021 di Estadio Olimpico Pedro Ludovico, Goiania.

Proklim, Cara Pemkot Magelang Dukung Jateng Gayeng Telung Ng

Program Jateng Gayeng Telung Ng jadi perhatian Pemkot Magelang dengan gerakan Program Kampung Iklim (Proklim).

Lewat Online Shop Ini Anji Pesan Ganja, Tapi Jangan Coba-Coba Order

Ganja yang digunakan Anji dibeli dari AS melalui sebuah online shop. Ia menggunakan ID orang lain untuk bisa membelinya.

Gunung Merapi Pagi Ini: 2 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar sejauh 1,4 Km

Gunung Merapi pagi ini terpantau mengeluarkan dua kali awan panas guguran. Status erapi belum berubah, masih Siaga.