Petugas Puskesmas Mondokan mengasapi lingkungan sekitar rumah warga RT 001, Dukuh Guli, Desa Gemantar, Mondokan, Sragen, Sabtu (19/1/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggratiskan biaya perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD) di seluruh rumah sakit di Ponorogo. Kebijakan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah setempat atas kejadian luar biasa (KLB) atas DBD yang terjadi di Ponorogo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Purnomo, mengatakan pemerintah telah menerbitkan surat edaran ke rumah sakit mengenai biaya perawatan pasien demam berdarah yang masuk mulai Kamis (31/1/2019) pukul 00.00 WIB akan ditanggung pemerintah. Sehingga pasien DBD tidak perlu membayar layanan ke rumah sakit.

Dia menyampaikan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah saja yang digratiskan. Namun, pasien yang dirawat di RS swasta juga gratis.

"Seluruh rumah sakit di Ponorogo wajib menggratiskan biaya perawatan pasien DBD. Untuk perawatan satu pasien bisa diklaim ke pemkab senilai Rp1,85 juta," kata Agus yang dikutip dalam siaran pers Pemkab Ponorogo, Kamis.

Dia menyampaikan bagi warga yang telah menjadi peserta BPJS baik kelas I maupun kelas II juga digratiskan. Mereka berhak mendapatkan fasilitas yang sama sesuai kelas masing-masing.

"Kami sudah komunikasikan itu ke RS yang ada. Pelayanan harus tetap sama. Kita minta mereka memberikan sumbangsih kepada sesama warga Ponorogo dalam kondisi yang memang luar biasa ini," jelas dia.

Agus menambahkan untuk alokasi dana yang disediakan yaitu cukup untuk 400 pasien. Namun, bila ternyata jumlah penderita DBD lebih dari itu maka tetap bisa ditagihkan ke Pemkab Ponorogo.

Mengenai kebijakan penggratisan biaya perawatan ini, pihaknya juga telah mengimbau kepada para camat untuk meneruskan informasi ini hingga tingkat desa dan sekolah di wilayahnya. "Saya ajak warga Ponorogo untuk kompak dan bersama-sama menanggulangi kondisi ini," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten