Tutup Iklan

PON 2016 : Taekwondoin Solo Sumbang 3 Medali

PON 2016 : Taekwondoin Solo Sumbang 3 Medali

SOLOPOS.COM - Taekwondoin asal Solo, Ade Kumarasandi, berfoto bersama orang tuanya setelah mendapat medali di PON 2016 (Istimewa)

PON 2016 diwarnai dengan atlet Solo yang mendapat medali.

Solopos.com, SOLO – Prestasi gemilang ditorehkan tiga taekwondoin asal Solo di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Bandung., Jawa Barat. Sebanyak tiga medali berhasil mereka raih, yakni dua perak dan satu perunggu.

Dua medali perak disumbangkan oleh Muhammad Hafiz yang turun di kelas poomsae beregu putra dan Vonny Dian Permatasari di kelas kyurugi 62 kg. Sedangkan satu perunggu direbut Ade Kumarasandi yang bertarung di kelas kyurugi 87 kg.

Keberhasilan M. Hafiz bisa membawa pulang perak ini terbilang mengejutkan lantaran ketika ajang Pra PON di Depok, Jawa Barat, akhir tahun lalu, ia hanya mampu finis di peringkat kelima. Apa yang diraihnya di PON menunjukkan Hafiz kian matang dalam kejuaraan. Sementara torehan Vonny sesuai target mengingat ia adalah atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ia merupakan peraih medali perunggu di SEA Games 2011.

“Hasil ini bagi kami cukup puas karena anak-anak sudah maksimal di Bandung. Ada yang sesuai dengan target ada pula yang meleset,” papar Binpres Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Solo, Ali Shollikin, kepada wartawan, Kamis (29/9/2016).

Hanya, prestasi menunrun ditunjukkan Ade. Sebelumnya ia digadang-gadang bisa meraih perak. Sayang, ia harus puas meraih medali perunggu lantaran ditumbangkan atlet Sumatra Utara, Basuki Nugroho, di semifinal. Meskipun begitu, ini dimaklumi mengingat Basuki merupakan atlet SEA Games.

“Secara pengalaman dan jam terbang jelas kalah. Namun ini jadi pembelajaran yang bagus bagi Ade,” imbuh Ali.

Selepas PON, ketiga taekwondoin akan kembali berlatih di Kota Solo. Beberapa kejuaraan telah menanti seperti kejuaraan daerah (Kejurda) senior dan junior. Event tersebut rencananya digelar di Kota Magelang, akhir tahun ini. Di samping itu, ajang ini sebagai seleksi PON level remaja pada 2017 mendatang.

Sementara itu, Ade Kumarasandi memaparkan terlepas dari apa pun hasil di PON, ia mengaku bangga. Terlebih ini kali pertama ia berpartisipasi di ajang sebesar PON. Menurutnya, masih banyak yang ingin diraih setelah terjun di PON.

“Saya malah enggak beban ketika bermain di semifinal, Semua atlet pasti ingin medali emas dalam event seperti ini. Bagi saya medali bukan patokan, tetapi pengalaman yang lebih penting yang dida[at,” jelas Ade yang merupakan siswa SMAN 8 Solo ini, saat dihubungi Solopos.com.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.