Gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). AirVisual menempatkan Jakarta di urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7/2019) pagi. (Antara-Indrianto Eko Suwarso)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kini menyebut tingginya polusi udara di wilayah Jakarta sebagai dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan.

"Jadi dalam musim panas ini seperti juga tahun-tahun lalu kita kan menyaksikan kondisi di mana kualitas udara di Jakarta kondisinya kalau bisa dibilang polluted," ujar Anies, di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Meski demikian, Anies mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi anjloknya kualitas udara di Jakarta. "Kita sedang menyiapkan, nanti saya umumkan sesudah lengkap, Anda hapal kebiasaan saya, saya tidak ngomong kalau parsial. Kalau sudah lengkap kita umumkan langkah-langkah yang akan kita gunakan untuk menangani ini," ujarnya pula.

Meski enggan menjelaskan, Anies mengatakan fokus kebijakan untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota tersebut adalah pengurangan sumber polusi dan masalah lalu lintas. "Ujungnya pada pengurangan di sumber-sumber polusi dan itu menyangkut pada masalah lalu lintas," katanya lagi.

Anies juga mengatakan kebijakan baru yang sedang digodok untuk mengatasi polusi Jakarta tersebut akan meliputi kebijakan terkait Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan kawasan ganjil genap (Gage).

Kapan kebijakan tersebut akan diumumkan juga belum diketahui, meski demikian Anies mengatakan pihaknya akan berupaya merampungkan kebijakan itu secepatnya. "Lebih cepat lebih baik," katanya lagi.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan tingginya volume kendaraan berat yang melintas di Tol JORR menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara Jakarta.

Beberapa hari lalu, Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi AirVisual. AirVisual sendiri merupakan situs penyedia peta polusi udara harian kota-kota besar di dunia.

Hal serupa yang pernah dikemukakan Anies saat menanggapi buruknya kualitas udara Jakarta saat libur panjang Idul Fitri 2019 meski sedang ditinggal oleh sebagian penghuninya. Saat itu, Anies menyebut residu asap kendaraan bermotor sebagai biang keladi polusi Jakarta di musim liburan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten