Aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/9/2019). (Antara-Dian Kandipi)

Solopos.com, JAKARTA -- Polri menyebut ada dukungan jaringan internasional yang membantu Organisasi " target="_blank" rel="noopener">Papua Merdeka (OPM) untuk menggerakkan aksi massa agar berujung anarkis di wilayah Papua Barat dan Papua beberapa waktu lalu.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menyebut aksi yang berujung anarkis di wilayah Papua Barat dan Papua beberapa waktu lalu tidak hanya ditunggangi OPM. Dia menyebut ada juga jaringan Internasional yang menyusup ke dalam aksi tersebut untuk memprovokasi massa.
Menurut Iqbal, Polri tengah memetakan kelompok jaringan Internasional tersebut yang dibantu oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kendati demikian, Iqbal tak mengungkapkan identitas jaringan yang disebut mendukung aksi di " target="_blank" rel="noopener">Papua tersebut.
"Kami tidak bisa sebutkan pihak-pihak itu. Tetapi yang jelas, kami sudah menelusuri dugaan itu [keterlibatan jaringan internasional]," tuturnya, Senin (2/9/2019).
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan ada keterlibatan pihak asing dalam kericuhan yang terjadi di Papua. “Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional,” kata Tito.
Tito mengaku telah mengantongi identitas pelaku yang diduga menggerakan kericuhan di " target="_blank" rel="noopener">Papua dan Papua Barat. Polisi juga telah memetakannya dan mendalami informasi terkait. Jika ditemukan bukti yang cukup, Polri akan menindaknya secara tegas. "Kami akan tindak tegas," ujarnya.
Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten