Tim Siber Bareskrim Mabes Polri menghadirkan tersangka saat merilis pengungkapan sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/2). Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang yang tergabung dalam grup WhatsApp The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan tersangka kasus ujaran kebencian/SARA serta kasus yang diselesaikan secara restorative Justice. ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/18.

Polri sedang menelusuri keterlibatan parpol tertentu yang bermain di Muslim Cyber Army (MCA).

Solopos.com, JAKARTA -- Mabes Polri tengah melakukan penelusuran terhadap sejumlah partai politik yang diduga kuat terlibat dalam aksi Muslim Cyber Army (MCA). Dugaan ini muncul karena berdasarkan temuan sementara kepolisian, akun kelompok tersebut bermuatan politik.

Juru Bicara (Jubir) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, ?mengemukakan kelompok MCA dinilai sangat berbahaya karena dapat mengganggu persatuan bangsa. Terlebih, nama MCA memuat nama umat salah satu agama mayoritas di Indonesia. Menurutnya, kepolisian telah menemukan bukti baru bahwa kelompok MCA banyak memuat aspek ideologi yang kuat dan ditarik ke arah politis untuk kepentingan tertentu.

"Ya memang muatan politik terlihat sekali di kelompok ini dan itu sangat berbahaya. Kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok ini," tuturnya, Rabu (7/3/2018). Baca juga: MCA Bermotif Politik, Ingin Degradasi Pemerintahan Jokowi.

Menurutnya, kepolisian tengah melakukan penelusuran terhadap ?seluruh grup MCA untuk membongkar muatan politis dari partai politik tertentu. Parpol itu diduga kuat terlibat bermain pada kelompok itu.

Sulistyo menegaskan kepolisian tidak akan berhenti pada enam orang tersangka admin grup MCA yang telah ditangkap. Polisi akan terus melakukan penelusuran agar dapat meringkus dalang utama kelompok tersebut. Baca juga: Terkait Saracen? Ini Kata Polisi Soal Penyokong Dana MCA.

"Yang jelas kita masih melihat tendensi kelompok ini, kalau kita melihat ini kan tendensinya ideologis ya. Faktanya mereka juga melakukan seleksi agar seseorang bisa masuk," katanya.

Penyokong Dana

Hingga saat ini, Polri masih belum mau membeberkan siapa yang pemberi dana kepada jaringan penyebar isu-isu kabar bohong atau hoax tersebut. Kasatgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan hal tersebut dikarenakan pihaknya masih mendalami tentang motif, visi, dan misi mereka secara signifikan. Karena itu, polisi belum dapat memberikan nama dalang MCA yang sebenarnya.

"Kami masih mendalami semua dan belum bisa disampaikan, kalau sudah selesai semua akan disampaikan," ujar Gatot saat ditemui wartawan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Senin (5/3/2018). Baca juga: Pengacara Fadli Zon Tuding Ananda Sukarlan Sebar Hoax Soal MCA.

Menurut Gatot, MCA masih memiliki benang merah dengan kelompok Saracen. Karena itu, bisa saja ada kemungkinan bahwa penyokong dana mereka adalah orang yang sama.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten