Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. (Bisnis-Sholahuddi Al Ayubbi)

Solopos.com, JAKARTA -- Polri menyebut adanya jaringan internasional yang terlibat dalam aksi anarkis di Papua dan Papua Barat. Polri juga menuding Benny Wenda menyebarkan informasi palsu atau hoaks kepada sejumlah kepala negara melalui media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Benny Wenda melalui akun media sosialnya sering menyebarkan hoaks dalam bentuk foto dan video. Konten itu yang kemudian ditambahkan narasi hoaks ke sejumlah kepala negara.

Benny Wenda adalah Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sekaligus pemimpin politik kemerdekaan Papua Barat. Sejak beberapa tahun lalu dia mendapatkan suaka politik di Inggris.

"Kami sudah mendeteksi akun-akun yang bersifat provokatif dan hoaks seperti menyebarkan foto dan video melalui media sosial yang dia lakukan dan rutin disebarkan," tutur Dedi, Selasa (3/9/2019), terkait aktivitas Benny Wenda.

Selain memiliki akun Facebook, Benny Wenda juga memiliki website yang kini sudah diblokir operator telekomunikasi atas instruksi Pemerintah.

Namun, polisi tidak dapat menangkap Benny Wenda atas perkara dugaan tindak pidana penyebaran hoaks karena yang bersangkutan kini sudah menjadi warga negara Inggris.

Menurut Dedi, Polisi tidak berwenang menangkap Benny Wenda atas perbuatannya. Pasalnya, hal itu dilakukan Benny Wenda di negara lain dan bukan di Indonesia.

"Benny menyebarkan informasi hoaks itu melalui medsos dan Whatsapp, dia menyebarkan info itu langsung ke kepala negara di lingkungan negara Asia Pasifik," kata Dedi.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuding Benny Wenda sebagai dalang dari kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat.  Moeldoko mengatakan Benny Wenda aktif menyebarkan informasi tidak benar kepada pihak asing maupun masyarakat Papua. Bahkan, kata Moeldoko, Benny Wenda telah melakukan pergerakan politik di luar negeri. Tudingan serupa juga disampaikan Menkopolhukam Wiranto.

Benny Wenda pun membantah tudingan pemerintah. Menurut Benny, tuduhan itu lucu dan tak berbasiskan pada data historis. Dia justru membalikkan tuduhan itu kepada Wiranto, yang menurutnya pernah terlibat dalam operasi militer di Timor Leste.

“Wiranto, orang yang mengalamatkan tuduhan kepada saya ini lupa, bahwa dia pernah melakukan genosida di Timor Leste,” kata Benny.

Benny mengatakan Wiranto mempunyai pengalaman di Timor Leste. Di sana, kata dia, Wiranto juga menciptakan milisi-milisi sipil untuk dibenturkan dengan rakyat Timor Leste yang tengah berjuang untuk referendum.

”Jadi, kalau Wiranto menuduh saya seperti itu [dalang kerusuhan di Papua], saya balik bilang, dia harus tanggung jawab soal Timor Leste. Dia wanted man di United Nations [PBB] soal itu. Pola yang sama saat ini diberlakukan di Papua,” katanya dilansir Suara.com, Senin (2/9/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten