Polri & Bea Cukai Tangkap Kapal Nelayan Penyelundup 1,6 Ton Sabu
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Bareskrim Polri dan Bea Cukai menangkap kapal nelayan berbendera Singapura yang kedapatan membawa 1,6 ton sabu.

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah sangat besar ke wilayah Indonesia kembali terungkap. Tim gabungan dari Satgassus Polri dan Bea Cukai Wilayah Kepulauan Riau menangkap sebuah kapal penangkap ikan berbendera Singapura yang kedapatan mengangkut 1,6 ton sabu dari China.

Penangkapan tersebut terjadi di perairan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada Selasa (20/2/2018) dini hari waktu setempat. Dari penangkapan itu, aparat gabungan menemukan 1,6 ton sabu yang dikemas dalam 81 karung. Masing-masing karung memuat sabu seberat 20 kg.

Kapal tersebut merupakan kapal penangkap ikan asal Taiwan, namun berbendera Singapura. Dari kapal tersebut, aparat menangkap empat anak buah kapal (ABK) yaitu, Tan Mai, 69; Tan Yi, 33; Tan Hui, 43, sebagai nahkoda, dan Liu Yin Hua, 63.

Diberitakan TV One, Selasa, penangkapan tersebut berawal dari operasi yang dilakukan tim gabungan sejak Sabtu (17/2/2018) lalu. Saat itu, Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai Kantor Perwakilan Kepulauan Riau berangkat dari Pelabuhan Punggur, Batam, untuk melakukan patroli ke perairan Anambas.

Patroli tim gabungan dengan kapal Bea Cukai bernomor lambung BC 7005 itu tiba di Anambas pada Minggu (18/2/2018) lalu, dan melakukan patroli di sana. Upaya itu menunjukkan hasil pada Selasa (20/2/2018) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat berada di dekat perairan Karang Banteng (perbatasan Riau-Singapura), mereka menemukan kapal ikan berisi jaring asal Taiwan itu tanpa dokumen dan surat.

Selain tanpa kelengkapan administrasi, kapal itu juga tidak membawa hasil tangkapan laut. Namun setelah digeledah, ada sabu yang disimpan di dalam kapal yang dikemas dalam karung-karung.

Selasa pagi pada 08.00 WIB, kapal nelayan itu digiring ke Pangkalan Sarana Operasi Bea Dan Cukai Sekupang oleh Kapal Bea Cukai. Polisi dan Bea Cukai akan menelusuri asal dan tujuan akhir pengiriman sabu dengan memeriksa empat ABK itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho