Prajurit TNI bersiap naik helikopter menuju Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018), untuk mengatasi kelompok bersenjata yang diduga menewaskan 31 pekerja proyek jalur Trans Papua. (Antara-Iwan Adisaputra)

Solopos.com, SEMARANG — Tim gabungan TNI dan Polri saat ini tengah fokus melakukan pencarian terhadap lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui keberadaannya setelah penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, pekan lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Brigjen Pol. Muhammad Iqbal, saat menghadiri peresmian Klinik Pratama Yon Wira Pratama Yon 97 Akademi Kepolisian (Akpol) di Jl. Papandayan, Kota Semarang, Minggu (9/12/2018) petang.

“Dari keterangan saksi, lima pekerja yang diduga tewas itu dibawa ke pegunungan. Kita akan fokus cari sampai ketemu. Ini tekad kami sebagai penegak hukum,” ujar Iqbal kepada wartawan.

Kelima karyawan Istaka Karya yang belum diketahui keberadaannya itu atas nama M. Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi dan Riki Simanjuntak.

Dari data kepolisian, total ada 28 orang pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun jembatan yang mendapat serangan dari KKB di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Dari 28 korban itu, 16 orang di antaranya meninggal dunia, tujuh selamat di mana tiga di antaranya masih menjalani perawatan di RS Caritas Timika.

Sementara itu, 16 korban yang tewas jenazahnya telah diterbangkan ke kampung halamannya melalui Timika, Jumat (7/12/2018).

Penyerangan terhadap para pekerja yang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Nduga, terjadi pada Minggu (2/12/2018). Mereka disebut diserang oleh kelompok bersenjata dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Iqbal menyebutkan pasukan TNI dan Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang melakukan tindakan keji terhadap para pekerja pembangunan jembatan itu.

“Kami dari pasukan gabungan TNI dan Polri akan terus mengejar dan menangkap para pelaku. Kami akan giring ke meja hukum,” tegas mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Timur (Jatim) itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten