AKBP Andy Rifai. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Polresta Surakarta atau Solo bekerja sama dengan TNI memperketat akses masuk kelompok-kelompok atau pelaku teror dengan meningkatkan razia di perbatasan.

Langkah itu dilakukan menyikapi peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

"Bekerja sama dengan TNI, kami memperketat akses masuk [para pelaku teror] dengan meningkatkan intensitas razia di perbatasan," jelas Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai kepada wartawan di Warung Pecel Solo, Sabtu (12/10).

Kapolresta Solo mengatakan pihaknya selain melakukan pengamanan stasioner juga mobile di sejumlah objek atau tempat vital sebagai langkah antisipasi.

"Untuk personel kita sesuaikan, namun untuk patroli intensitasnya kita tingkatkan," jelasnya.

Pengamanan di lokasi VVIP ada standarnya dengan sistem ring . Untuk ring I (kediaman Presiden Joko Widodo), menurut Kapolresta Solo, dilakukan paspampres (pasukan pengamanan presiden) ring II dan ring III dilakukan kesatuan wilayah berkoordinasi dengan paspampres.

Dia menambahkan polisi juga meningkatkan pengamanan ketika ada kunjungan pejabat negara. "Tempat terbuka dilakukan pengamanan melekat dan di tempat tertutup disesuaikan," ujarnya.

Untuk personel pengamanan selain dari Polresta Solo bekerja sama dengan TNI, menurut Kapolresta Solo, ada penambahan.

"Untuk pengamanan menjelang pelantikan Presiden, ada tambahan satu SSK [satuan setingkat kompi] dari Polda Jawa Tengah di Kota Solo sejak beberapa hari lalu," jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Solo menjelaskan untuk menciptakan situasi aman di Kota Solo diperlukan pula peran serta masyarakat.

"Jadi jika ada yang dicurigai segera berkoordinasi dengan pihak keamanan sehingga kami bisa bersama-sama mengecek tempat, rumah kelompok-kelompok yang dicurigai tersebut," jelas Andy Rifai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten