Polres Wonogiri Terbitkan SP3 Kasus Pembunuhan Perempuan di Luweng
Keluarga Novi Wahyuning Pangesti beserta warga Nguntoronadi menggelar doa bersama untuk Novi yang meninggal di luweng Pracimantoro, Sabtu (3/11/2018) malam. (Istimewa-Joko Pangang)

Solopos.com, WONOGIRI -- Penyidik Polres Wonogiri menghentikan pengusutan kasus pembunuhan Novi Wahyuning Pangesti, 20, warga Surupan, Bulurejo, Nguntoronadi, Wonogiri, Jumat (21/12/2018).

Hal itu karena pelaku yang tak lain kekasih Novi, Reno Risanto, 29, sudah meninggal dunia karena gantung diri. Kasus tersebut sebelumnya menyita perhatian warga setelah mayat Novi ditemukan di area luweng atau sungai bawah tanah di Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, 27 September lalu.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat jumpa pers di halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (21/12/2018), menyampaikan sudah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah berhasil menguak kasus identitas korban maupun pelaku.

Berdasar hasil tes DNA yang terbit Selasa (18/12/2018), mayat perempuan di luweng itu dipastikan Novi. Dengan diketahuinya identitas korban secara resmi, penyidik dapat menyatukan berbagai petunjuk dan bukti hingga mendapatkan data utuh mengenai pelaku, yakni Reno alias Buluk, pemuda asal Gesik, Songbanyu, Gunung Kidul, DIY.

Reno ditemukan gantung diri di Giriwono, Kecamatan Wonogiri, 4 Oktober atau enam hari setelah mayat Novi ditemukan. “Semua petunjuk dan bukti yang ada mengarah kepada dia,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim, AKP Aditia Mulya Ramdhani.

Kapolres melanjutkan dari hasil pemeriksaan kerangka, tengkorak kepala Novi retak di bagian depan dan belakang. Diduga tengkorak retak akibat benturan dengan benda keras.

Namun, penyidik belum dapat menyimpulkan tengkorak Novi retak akibat dipukul pelaku menggunakan alat tertentu, dibenturkan, atau benturan akibat terjatuh di luweng. Penyebab kematian dan motif pembunuhan belum dapat terungkap karena pelaku mengakhiri hidup.

“Penyidik meyakini pelakunya tunggal karena tidak ada indikasi keterlibatan orang lain. Petunjuk dan bukti hanya mengarah kepada Reno,” ulas Kapolres.

Kasatreskrim menambahkan ada beberapa petunjuk yang mengarah bahwa pelaku pembunuhan itu adalah Reno. Keluarga Reno kepada penyidik mengungkapkan Reno bersikap aneh dalam rentang waktu akhir September hingga awal Oktober.

Reno menghubungi ibunya hingga 30 kali dalam sehari. Menurut Aditia, hal tersebut menunjukkan saat itu Reno gelisah setelah membunuh Novi. Kegelisahannya semakin kuat setelah mayat Novi ditemukan.

Selain itu Reno berniat menghilangkan jejak dengan mencari informasi cara menghilangkan sidik jari melalui Internet. Hal itu diketahui dari riwayat akses Internet pada telepon seluler (ponsel) yang ditemukan setelah Reno bunuh diri.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom