Polres Sragen Terima Aduan Soal Indikasi Politik Uang di Pilkades Patihan
Ilustrasi money politics (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen menerima aduan terkait indikasi kecurangan dan dugaan money politics (politik uang) dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Patihan, Sidoharjo, Sragen.

Aduan tersebut masih dipelajari penyidik Polres Sragen. Laporan ke polisi itu masih berkaitan dengan adanya rapat di warung satai kambing di Gawan, Tanon, Sragen, yang berdampak pada mundurnya Ketua Panitia Pilkades Patihan, Jumadi.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno saat dihubungi Solopos.com, Minggu (8/9/2019), membenarkan adanya aduan dari warga Patihan terkait indikasi politik uang.

“Kami pelajari dulu. Kami belum memanggil siapa pun terkait aduan itu. Kalau nanti ada unsur pidananya ya kami proses. Tetapi kalau tidak ada ya diserahkan kepada panitia di tingkat desa,” ujarnya.

Camat Sidoharjo, Susilohono, mengatakan kasus pertemuan di Gawan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dia mengatakan Ketua Panitia Pilkades Patihan Jumadi sudah membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari panitia pilkades.

Artinya, ketika sudah mundur yang bersangkutan sudah tidak bermasalah lagi. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga sudah merespons dan mengganti posisi Ketua Panitia Pilkades Patihan dengan warga bernama Narwan.

"Kalau masih tidak terima dan melapor ke aparat penegak hukum ya silakan. Setahu saya dalam pertemuan itu tidak ada indikasi money politics. Tapi kalau dari pelapor bisa membuktikan kalau ada politik uang ya silakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Panitia Pilkades Patihan setelah tepergok menghadiri rapat internal tim sukses salah satu calon kepala desa (cakades). Jumadi mengundurkan diri sebagai konsekuensi atas pekerjaannya sebagai panitia pilkades yang seharusnya bersikap netral.

Bila tidak mengundurkan diri, dia khawatir akan menimbulkan prasangka yang berdampak pada kondusivitas keamanan Patihan.

Penasihat hukum pelapor, Heroe Setiyanto, mengatakan laporan ke polisi itu sebagai buntut atas pertemuan tertutup Ketua Panitia Pilkades Patihan Jumadi dengan tim cakades tertentu. Dia mencurigai kalau ada pertemuan tertutup maka patut diduga ada indikasi praktik politik uang di dalamnya.

“Dari pihak polisi pun menduga ada indikasi politik uang,” ujarnya.

Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho