Polres Purworejo Sangkal Lukai Warga dengan Melemparkan HT
Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, PURWOREJO — Polres Purworejo membantah telah melukai warga dengan pelemparan handy talkie (HT). Bantahan tersebut sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara disampaikan Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani.

Insiden pelemparan HT oleh polisi ke arah Layla Putri Ramadhani, siswi SMP Negeri 2 Purworejo itu dikabarkan terjadi saat operasi keselamatan menjelang bulan puasa dan Lebaran di Jl. Tentara Pelajar Purworejo. Akibat insiden pelemparan HT, korban harus dilariikan ke rumah sakit. Namun, Wakapolres Andis Arfan Tofani menyangkal dengan menyatakan HT tak sengaja terlepas dari tangan polisi lalu melesat ke arah tubuh warga.

Ditegaskan Andis Arfan Tofani, operasi keselamatan pada tanggal 30 April 2019 lalu itu sesuai dengan standar operasional prosedur. "Baik itu surat perintah, yang memimpin adalah perwira maupun rambu razia sudah dilaksanakan. Namun, ada insiden tersebut," katanya di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2019).

Ketika pengendara sepeda motor Yamaha V-ixion yang berboncengan itu dihentikan petugas, kata dia, yang bersangkutan tidak mau berhenti, bahkan melaju dengan kencang melintasi sejumlah petugas. Karena akan tertabrak, refleks Briptu Jodi Pratama menyetop kendaraan itu dengan tangan kiri yang kebetulan membawa HT.

Dia tidak tahu pada waktu itu HT mengenai badan korban pembonceng sepeda motor tersebut, Layla Fitri Ramadhani. "Kami tahu setelah ada laporan masuk bahwa ada korban yang masuk rumah sakit. Setelah itu, dengan cepat Kasat Lantas dan anggota langsung ke RS untuk mengetahui benar atau tidak informasi tersebut. Ternyata benar," katanya.

Ditegaskan Kompol Andis Arfan Tofani bahwa HT tidak dilempar. Pada kenyataannya HT yang meluncur dari tangan polisi itu cukup untuk melukai warga sehingga harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, karena RSUD Purworejo tidak cukup peralatan, korban terpaksa harus dirujuk ke RSUP dr. Sardjito Jogja.

"Seluruh rujukan kami fasilitasi semuanya, baik biaya maupun pengawalan, dan lainnya semuanya sementara ini ditanggung oleh Polres Purworejo," ujar pejabat polisi itu memcoba menenangkan.

Ia menuturkan bahwa pembonceng tersebut mengalami luka di bagian mata. Namun, tegasnya, tidak ada unsur kesengajaan polisi untuk melukai warga.

"Posisi saat itu kendaraan oleng. Ini keterangan dari rekan-rekan kami, saksi-saksi yang ada di tempat kejadian. Pengedara belum sempat diperiksa surat-suratnya karena kabur," kilahnya lebih lanjut.

Ia menyampaikan baik pengemudi maupun pembonceng masih di bawah umur, artinya belum layak untuk mengendarai kendaraan. Belum dijelaskan Kantor Berita Antara tentang ketentuan pembonceng sepeda motor di Indonesia saat ini yang harus sudah berusia dewasa.

Meskipun sebagai atasan Wakapolres Andis Arfan Tofani sekuat tenaga membela anak buahnya, namun dia tak membantah bahwa polisi yang bersangkutan dengan insiden itu sejak kejadian masih diminta keterangan oleh aparat propam. Kalau nanti hasil pemeriksaan terdapat kesalahan di luar SOP, lanjut dia, akan dilakukan tindakan tegas terhadap polisi tersebut.

Layla Putri Ramadhani, siswi SMP Negeri 2 Purworejo, yang mengalami luka bagian mata sebelah kanan kini masih menjalani perawatan di RSUP dr. Sardjito Jogja. Keluarga korban dilaporkan meminta pertanggungjawaban dari kepolisian setempat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom