Kapolres Pekalongan AKBP Egy Andrian Suez didampingi Kepala Satuan Reserse dan Narkoba AKP Rohmat tampil saat konferensi pers kasus penangkapan dua pengedar narkoba, Senin (21/10/2019). (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, SEMARANG — Jajaran Polres Pekalongan Kota dalam sepekan terakhir membekuk dua pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) melalui operasi rutin. Polisi merampas tujuh paket ganja kering, satu alat isap, 19 butir alprazola, serta 10 butir riklona sebagai barang bukti.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengatakan NM, 27, warga Kelurahan Bandengan dan MM, 28, warga Kelurahan Jenggot dijadikan tersangka. "Dua tersangka, kami bekuk di lokasi dan waktu yang berbeda. Saat ini, sebanyak dua tersangka masih kami mintai keterangannya," katanya di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (21/10/2019).

Terungkapnya kasus tersebut, menurut dia berawal dari adanya informasi dua pengguna narkoba yang menyatakan barang haram tersebut diperoleh dari seorang tersangka NM. Berdasar keterangan kedua pengguna narkoba tersebut, kata dia, polisi melakukan penyelidikan sekaligus meringkus para tersangka.

"Dua pengguna narkoba ini kami lakukan rehabilitasi. Kemudian, NM, 27, yang terbukti mengedarkan tujuh paket ganja kering seberat 36,05 gram kami bekuk dan dijadikan tersangka," katanya.

Kapolres Egy Andrian Suez yang didampingi Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota AKP Rochmat mengatakan tersangka NM akan dijerat Pasal 114 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau denda Rp1 miliar. "Adapun, tersangka MM, 28, akan dijerat Pasal 62 UU No. 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda Rp100 juta," katanya.

Manajer Program Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Rumah Pintar Al Malaa Pekalongan Djunaidi mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan kepolisian setempat dalam mencegah peredaran narkoba. Sesuai Inpres No. 6/2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Permendagri No. 12/2019 tentang Fasilitasi P4GN, kata dia, disebutkan menyatakan bahwa kepala daerah wajib memfasilitasi program P4GN.

"Ini menjadi pilot project. Setelah ini, juga akan dibentuk tim quick response antinapza di seluruh kelurahan. Tim quick response antinapza antara lain terdiri atas para relawan dari berbagai unsur yaitu pelopor antinarkoba dari unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, laskar antinarkoba dari muslimat NU," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten