Tutup Iklan
Ilustrasi garis kuning kepolisian. (Antara)

Solopos.com, MADIUN -- Polres Madiun membantah kabar yang menyebut sejumlah anggota kepolisian dan pejabat daerah kerap mendatangi rumah Mohamad Kariyadi, bos https://madiun.solopos.com/read/20190906/516/1016986/hilang-kontak-orang-tua-cari-anaknya-yang-ikut-mlm-qnet-di-madiun" target="_blank" rel="noopener">QNet Madiun di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Mantan Kapolsek Kebonsari, AKP Sumardji, membantah ada aparat yang kerap mendatangi rumah mewah bos QNet tersebut. Menurut sepengetahuannya, Kariyadi jarang di rumah. Justru pria tersebut kerap pergi ke luar kota bahkan luar negeri.

"Dia itu jarang di rumah. Saya sendiri selama bertugas di sana baru dua kali ketemu dengan Kariyadi," kata AKP Sumardji yang baru sepekan menjadi Kasubbag Dalops Polres Madiun itu, Kamis (5/9/2019).

Sumardji menuturkan saat memantau keamanan di rumah dan gedung pertemuan QNet di Desa Singgahan biasanya hanya ditemui oleh orang kepercayaan https://madiun.solopos.com/read/20190905/516/1016740/ini-alasan-polres-madiun-tidak-tangkap-bos-qnet" target="_blank" rel="noopener">Kariyadi, Nur. Sumardji mencontohkan saat menemani orang tua yang ingin menjemput anaknya di rumah Kariyadi, dia hanya ditemui oleh Nur. Sementara Kariyadi tidak berada di rumah.

Selain soal isu aparat yang mendatangi rumah Kariyadi, beredar pula informasi bahwa Kariyadi dekat dengan sejumlah pejabat daerah maupun pejabat negara. Namun, itu ini belum terkonfirmasi.

Menanggapi isu tersebut, https://madiun.solopos.com/read/20190906/516/1016990/kapolres-madiun-persilakan-korban-qnet-melapor" target="_blank" rel="noopener">Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengaku tidak mengetahui kalau Kariyadi dekat dengan sejumlah pejabat. Ruruh mengaku selama ini belum pernah mendatangi rumah Kariyadi. "Saya belum pernah ke sana [rumah Kariyadi]," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya oleh Madiunpos.com, rumah Kariyadi di Desa Singgahan kerap didatangi aparat kepolisian maupun pejabat pemerintahan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar, kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Joni mengetahui aktivitas di rumah Kariyadi karena lokasi rumah itu berada tak jauh dari Kantor Desa Singgahan. "Tamunya Karyadi [MK] itu banyak. Ada yang dari kepolisian dan ada juga dari pejabat pemerintah. Tapi untuk keperluannya apa, saya tidak tahu," kata dia.

Joni menuturkan MK selama ini dikenal sebagai sosok yang dermawan. MK yang memiliki empat anak itu juga dikenal sebagai donatur berbagai kegiatan sosial, seperti kegiatan 17 Agustus maupun kegiatan lainnya.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten