Ilustrasi Pospam mudik Lebaran. (Antara-Dedhez Anggara)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Polres Karanganyar akan mendirikan 11 pos untuk pengamanan mudik 2019 di wilayah setempat. Pos dibangun pada jalur rawan macet dan rawan kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Faris Budiman, operasi ketupat candi dilaksanakan 28 Mei hingga 10 Juni 2019. Pihaknya berencana membangun 11 pos dan di pos tersebut akan disiagakan TNI, Polri, dinas terkait, dan organisasi masyarakat.

“Pos terdiri dari satu pos terpadu, tujuh pospam [pos pelayanan dan pengamanan], dua pos pelayanan, dan satu pos pantau. Pos dibangun untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik 2019,” katanya kepada solopos.com saat ditemui di kantornya, Rabu (15/5/2019).

Dia mengatakan dulu jalur rawan macet berada di jalan arteri karena ada pasar tumpah, perlintasan sebidang, dan traffic light. Namun, pada tahun ini kepadatan arus lalu lintas diprediksi berpindah ke inter change tol sehingga pos dibangun pada titik tersebut.

“Untuk jalur rawan kecelakaan berada di daerah Kelurahan Popongan karena jalannya lurus, minim rambu-rambu, dan minim penerangan pada malam hari. Jalur lurus berpotensi membuat kendaraan melaju dengan kecepatan kencang. Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub PKP untuk memasang rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan. Kami juga siapkan empat pos di jalur wisata yang rawan terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

AKP Faris Budiman mengimbau agar pemudik mempersiapkan kondisi kendaraan dan surat-surat kelengkapannya. Untuk pengguna akses jalan tol, supaya mengisi BBM dan saldo e-Toll yang cukup. Serta, menjaga kondisi badan dengan beristirahat pada rest area di Ungaran, Boyolali, atau Sragen.

Ditemui di waktu yang berbeda, Kepala Dishub PKP Kabupaten Karanganyar, Sundoro, mengatakan, siap membantu posko yang disiapkan Satlantas Kabupaten Karanganyar. Dia mengimbau pemudik untuk menyiapkan kendaraan karena kepadatan lalu lintas akan berpengaruh kepada fisik kendaraan.

Selain itu, pemudik diminta menjaga kesehatan dan fokus berkendara.

“Jangan main HP saat mengemudi. Pemudik saya minta menaati rambu-rambu lalu lintas. Dan jangan memaksakan sampai tujuan dengan waktu tertentu karena dengan kepadatan jalur mudik, situasi jalan tidak dapat dibaca. Kalau capek istirahat dulu,” ujarnya kepada solopos.com, Kamis (9/5/2019). 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten