Polres Didorong Pakai UU TPKS pada Kasus Bocah SMP Sragen Melahirkan

Anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah, mendorong Polres Sragen menerapkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam menangani kasus pencabulan termasuk kasus bocah SMP di Jenar yang melahirkan bayi.

 Ilustrasi korban pemerkosaan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban pemerkosaan. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Polres Sragen didorong menggunakan hukum acara dalam UU No. 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dalam penanganan kasus kekerasan seksual di Sragen. Termasuk pada kasus bocah SMP di Kecamatan Jenar, Sragen, yang melahirkan bayi laki-laki.

Bocah perempuan berusia 13 tahun itu diduga jadi korban pencabulan dengan identitas pelaku yang masih misterius.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Dorongan itu disampaikan anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah saat ditemui wartawan di Rumah Aspirasinya Kauman, Sragen Wetan, Sragen, akhir pekan lalu. UU tersebut berperspektif terhadap korban, termasuk memberi perlindungan dan pendampingan psikologis.

Luluk menerangkan dalam UU tersebut juga memperhatikan apa pun yang dibutuhkan korban agar survive dan lepas trauma, mendapatkan akses keadilan, dan mendapatkan restitusi yang dijamin UU.

Baca Juga: Miris, Bocah 13 Tahun di Sragen Melahirkan Bayi, Ayahnya Misterius

“Kami berharap polisi di Sragen tak segan-segan menggunakan hukum acara dalam UU TPKS. Dalam perlindungan bukti dan saksi bisa menengok di ketentuan UU tersebut. Jadi dalam UU itu menjelaskan korban itu juga sebagai saksi kunci. Pengakuan korvan dan satu apat bukti visum sudah cukup untuk bisa memproses lebih lanjut,” jelas Luluk.

Luluk menjelaskan bila pengakuan korban disangsikan atau diragukan, maka polisi bisa mendatangkan saksi ahli untuk menilai terhadap korban dan kesaksian korban.

Dia mengakan sejak ada aduan atau laporan, polisi harus memproses dalam waktu 1×24 jam karena tidak boleh ada laporan terkait TPKS yang diabaikan. Setelah itu, ujar dia, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan tim pelayanan terpadu dari pemerintah harus sesegera mendampingi korban, melakukan asesmen psikologis, dan memberi perlindungan yang dibutuhkan korban. Baik secara fisik maupun psikis atau bahkan sampai pada rumah aman bila ada ancaman.

Baca Juga: Warga Tak Sabar Pada Penyelidikan Kasus Bocah SMP Melahirkan di Sragen

Luluk menerangkan walaupun kasusnya masih penyelidikan, LPSK bisa langsung menghitung restitusi yang bisa dibayarkan untuk korban apabila sudah ada ketetapan hukum. Restitusi ini, ujar dia, yang membayar pelaku untuk korban melalui pengadilan, mulai dari visumnya, psikisnya, ekonominya bila keluarga sampai kehilangan pekerjaan, dan seterusnya.

Dia menerangkan dalam persoalan kekerasan seksual, diharapkan masyarakat bisa bersimpatik kepada korban. Apalagi korban di bawah umur. Masyarakat juga bisa waspada dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.

Selain itu masyarakat juga memberi bantuan untuk korban dan keluarga, jangan menjauhi, memberi stigma, bahkan jangan sampai menyingkirkan, dan seterusnya.

Baca Juga: Kakek dari Bocah SMP di Sragen yang Melahirkan Siap Biayai Tes DNA

“Masyarakat wajib untuk meringankan beban korban dan keluarga korban,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).