Polres Bantul Gelar Rekonstruksi Kasus Satai Beracun, Tersangka Nani Nangis Sesenggukan

Tersangka Nani Aprilliani Nurjaman menangis saat melakukan rekonstruksi adegan dalam kasus satai beracun yang menewaskan seorang bocah 9 tahun.

 Nani Apriliani Nurjaman saat memperagakan salah satu adegan bertemu dengan bandiman dalam rekonstruksi kasus satai beracun yang digelar di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021). (Harian Jogja/Jumali)

SOLOPOS.COM - Nani Apriliani Nurjaman saat memperagakan salah satu adegan bertemu dengan bandiman dalam rekonstruksi kasus satai beracun yang digelar di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL -- Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus satai beracun yang menewaskan Naba, bocah berusia 10 tahun, warga Salakan II Bangunharjo, Sewon, Bantul. Rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021) pagi.

Selama memerankan 22 dari 35 adegan rekonstruksi, tersangka Nani Aprilliani Nurjaman, 25, terlihat menangis sesenggukan.

Rekonstruksi sendiri dimulai dari adegan pertama, saat Nani menerima telepon dari kurir JNT yang mengantarkan paket berisi kalium sianida. Racun itu ia pesan melalui aplikasi Shopee. Nani sempat bertemu dengan petugas kurir dari JNT dan menyimpan paket tersebut di Griya Fit, tempat kerja Nani pada 13 Maret 2021.

Pada 25 April Nani bertolak dari rumahnya ke tempat kerjanya di Griya Fit, dengan vario AB6748 AM. Sesampai tempat kerja Nani kemudian membeli satai di Mister Teto. Setelah itu, Nani membeli snack di Kotagede.

Baca Juga: Akhirnya, Keluarga Tersangka Satai Beracun Datang ke Bantul, Ini yang Mereka Lakukan

Setelah itu, Nani kembali ke Griya Fit. Ia kemudian mengganti baju yang dikenakan dengan menggunakan gamis dan hijab. Nani kemudian mencampur kalium sianida yang sempat disimpan di rak tempat kerjanya ke bumbu satai. Sisa Sianida dibuang Nani ke tempat sampah.

Samarkan Jejak

Usai mencampur racun, Nani kemudian menghubungi temannya, Agus, untuk menukar sepeda motor. Keduanya pun bertemu di jalan barat Stadion Mandala Krida. Sepeda motor Honda Vario ditukar Honda Beat warna putih bernopol AB 2187 JF.

Nani kemudian menghampiri Bandiman, driver ojek online yang sedang berada di serambi masjid di kawasan Jl. Gayam, Umbulharjo, Bantul.

Nani yang tidak menggunakan helm kemudian meminta Bandiman untuk mengantarkan paket satai dan snack ke rumah Aiptu Tomy, di Vila Bukit Asri, Kasihan. Usai memberikan paket dan uang jasa pengiriman kepada Bandiman, Nani pun kembali menemui Agus untuk menukar sepeda motor. Ia kemudian kembali ke tempat kerjanya dan berganti baju. Nani pun membuang baju gamis dan kerudung yang digunakannya saat bertemu Bandiman.

Baca Juga: Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan awalnya ada 27 adegan yang akan diperagakan saat rekonstruksi. Namun dalam perkembangannya, menjadi 35 adegan.

Selain itu, selama rekonstruksi, menurut Ngadi, Nani menangis. "Mungkin dia tidak biasa di tempat ini. Kami maklumi," kata Ngadi.

Lebih lanjut Ngadi menjelaskan sejauh ini, Nani menjadi satu-satu tersangka atas kasus satai beracun ini. Sebab, sosok R hingga kini belum juga diketemukan oleh pihak kepolisian. Rencananya, R akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

R merupakan orang yang menyarankan Nani untuk meracuni Aiptu Tommy, yang disebut-sebut suami siri Nani.

"Nanti R akan kami masukkan dalam DPO [daftar pencarian orang]. Sementara kami kami gelarkan [[erkaranya] dulu, baru setelah itu berkas untuk tersangka Nani akan kami limpahkan ke kejaksaan secepatnya," kata Ngadi.

Baca Juga: Banyak Kejanggalan, JPW Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus Satai Beracun Sianida

Aiptu Tommy Absen

Terkait dengan absennya Tomy dan istri Tomy, Ngadi menyatakan jika keduanya berhalangan hadir karena ada keperluan. Oleh karena itu, pada rekonstruksi ini, tidak dihadirkan.

"Mereka ada keperluan. Kami tidak bisa hadirkan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap aparat Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Aiptu Tomy, yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Satai dikirimkan lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, satai itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek online yang mengantar makanan ke rumah Tomy.


Berita Terkait

Berita Terkini

Objek Wisata Kulonprogo Buka Terbatas, Pengelola Diminta Bentuk Satgas

Dinas Pariwisata Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menguji coba 31 objek wisata untuk dibuka secara terbatas pada Sabtu (23/10/2021).

Hasil Swab PCR, 1 Siswa di Sleman Positif Covid-19

Sesuai kebijakan Bupati Sleman, pembelajaran tatap muka di sekolah siswa yang positif Covid-19 ditutup sementara waktu.

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.