Pollycarpus Meninggal Setelah 16 Hari Lawan Covid-19
Pollycarpus Budihari Prijanto (dok. detikcom)

Solopos.com, JAKARTA – Pollycarpus Budihari Prijanto meninggal dunia, abtu (17/10/2020). Dia mengembuskan napas terakhir dalam kondisi positif terjangkit Covid-19.

Kabar duka tentang meninggalnya mantan pilot yang divonis bersalah dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib itu dikonfirmasi Sekjen Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang.

"Baru saja saya konfirmasi ke teman dokter di RSPP, benar beliau telah mendahului kita. Innalillahi wainna ilaihi rajiun," terannya seperti dilansir Detik.com.

Akhir Pelarian Cai Changpan, Terpidana Mati Asal China yang Gantung Diri di Hutan

Pollycarpus meninggal dunia di RS Pusat Pertamina Jakarta. Dia mengembuskan napas terakhir setelah 16 hari berjuang melawan Covid-19.

"Meninggal karena COVID-19, dari Mbak Hera, istrinya. Mbak Hera mengatakan (Pollycarpus) meninggal setelah berjuang melawan COVID selama 16 hari," ungkap eks pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

Jenazah Pollycarpus langsung dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur dengan protokol Covid-19. Badaruddin Ali mengatakan hari-hari terakhir pria kelahiran Solo itu diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya aktif membagikan obat herbal anti-Covid-19 sebelum jatuh sakit.

"Beliau aktif bagi-bagi obat herbal anti-COVID-19," kata Picunang.

Ini Lho Sosok di Balik 'Tarik Sis Semongko' Yang Viral

Seperti diketahui, Pollycarpus yang baru saja meninggal adalah mantan pilot maskapai Garuda Indonesia. Dia divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kematian Munir pada 7 September 2004.

Setelah menjalani masa tahanan selama delapan tahun, dia dinyatakan bebas bersyarat pada 28 November 2014. Dia pun dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom