Formulir yang beredar di kalangar guru di Sukoharjo (JIBI/Solopos/Ivan A)

Solopos.com, SUKOHARJO—Guru di bawah koordinasi UPTD Pendidikan Kecamatan Weru diduga mendapat instruksi memilih PDIP pada Pemilu 2014.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Bambang Sutrisno, saat dihubungi Espos, Minggu, menegaskan pihaknya tidak mengerahkan PNS. Menurutnya, PNS justru harus netral.

"Kalau ada kejadian seperti itu [pembagian formulir dari UPTD Pendidikan], akan diproses sesuai prosedur. Kalau memang ada, [guru] gak usah menindaklanjuti," ujarnya, Minggu (16/3/2014).

Sekretaris DPC PDIP Sukoharjo, Syarif Hidayatullah, mengatakan kalau judul formulir itu adalah "Partisipasi Pemilu 9 April 2014", tidak ada yang salah dengan formulir tersebut.

Bahkan, jika tujuannya agar masyarakat tidak golput, formulir itu justru menyukseskan program pemerintah.

"Kalau mengajak PNS untuk berpartisipasi itu kan sesuatu yang bagus," katanya saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Terkait embel-embel memilih PDIP, hal itu adalah hak setiap warga negara untuk memberikan hak pilih mereka. "Yang penting jangan mengarahkan orang mencoblos si-A, si-B atau si-C," tegasnya.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sukoharjo, Cecep Choirul Sholeh, menyatakan belum mendapatkan informasi adanya formulir pengarahan pegawai di lingkup UPTD Pendidikan Weru. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwascam Weru untuk menelusuri informasi tersebut. "Nanti biar Panwascam Weru yang akan mengklarifikasi," katanya.

Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto, belum bisa dimintai konfirmasi terkait kejadian itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten