Politikus Hanura: Gibran Nyalon Wali Kota Solo? Jadi Ketua RW Dulu Saja!

Putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, disarankan menjadi ketua rukun warga (RW) di lingkungan tempat tinggalnya dulu sebelum berpikir untuk maju sebagai calon wali kota (cawali) Solo.

Politikus Hanura: Gibran Nyalon Wali Kota Solo? Jadi Ketua RW Dulu Saja!

SOLOPOS.COM - Gibran Rakabuming Raka (kiri) bersama ibunda, Iriana; istri, Selvi Ananda; dan anaknya, Jan Ethes, saat berjalan-jalan di Solo Paragon Mall, Sabtu (27/7/2019) malam. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com,   SOLO — Putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, disarankan menjadi ketua rukun warga (RW) di lingkungan tempat tinggalnya dulu sebelum berpikir untuk maju sebagai calon wali kota (cawali) Solo.

Saran itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Solo yang juga Ketua DPC Partai Hanura Solo, Abdullah A.A. Politikus kawakan Kota Bengawan itu mengaku dikejutkan dengan mencuatnya nama Gibran sebagai figur potensial cawali Solo. 

Walau menyatakan mendukung gerakan anak muda, dia menyayangkan bila Solo dipimpin figur yang belum berpengalaman.

“Kalau saya melihat [Gibran] masih terlalu dini lah. Ya mungkin sementara ini jadi ketua RW dulu untuk latihan. Saya melihat, maaf-maaf saja, jangan euforia seperti itu. Memilih pemimpin hendaknya dari kemampuan,” ujar dia, Selasa (6/8/2019).

Abdullah menyatakan dirinya tidak bermaksud mengecilkan sosok Gibran sebagai pengusaha muda. Dia hanya tidak ingin dalam mencari pemimpin pemerintahan atau kepala daerah hanya terkesan main-main.

Abdullah menilai keberhasilan Gibran menjadi pengusaha kuliner tidak lepas dari statusnya sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Karena dia anaknya Jokowi, buka martabak bagus. Maaf lo ya. Coba dia bukan anak dari Pak Jokowi,” kata dia.

Abdullah mengajak semua pihak mencermati peran dan kontribusi para tokoh yang disebut-sebut potensial menjadi cawali Solo. Dimulai dari apa yang selama ini mereka berikan kepada masyarakat (tetangga) di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Coba tanya ke Gibran, apa yang telah dia berikan ke lingkungannya. Apa saja yang telah dia perbuat. Termasuk di sekolah, apa karier organisasi di sekolahnya. Apakah pengurus OSIS, Pramuka, atau apa. Jangan hanya popularitas,” sambung dia.

Di sisi lain, Abdullah menilai sosok Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa merupakan figur yang cukup baik sebagai cawali dan cawawali Solo. Dua orang itu belakangan santer disebut-sebut sebagai pasangan cawali-cawawali Solo yang akan diusung PDIP.

“Saya melihat sudah ada arah Pak Pur dengan Pak Teguh sudah matang dan tepat. Saya melihat mereka lebih positif sebagai cawali-cawawali,” imbuh dia.

Penuturan senada disampaikan legislator Fraksi PDIP DPRD Solo, Wawanto, yang menyarankan Gibran terlebih dulu belajar di dunia politik sebelum benar-benar terjun di Pilkada Solo.

“Sah-sah saja hak warga negara untuk mencalonkan diri dan PDIP terbuka dengan siapa pun. Tapi kan ada mekanisme internal.  Saya sarankan ke Gibran, karena masih muda, lebih baik belajar dulu di dunia politik,” ujar Wawanto kepada Solopos.com melalui telepon.

Dia menilai posisi Gibran saat ini berbeda dengan Jokowi saat Pilkada Solo 2005 lalu. Saat Pilkada Solo 2005 usia Jokowi sudah cukup matang dan banyak makan asam-garam pengalaman. Jokowi juga banyak malang melintang di mancanegara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.