Politikus Gerindra Apresiasi Rektor UI Mundur dari Wakil Komut BRI

Politikus Gerindra Himmatul Aliyah mengapresiasi mundurnya Rektor UI Ari Kuncoro dari jabatan wakil komut Bank Rakyat Indonesia atau BRI..

 Karangan bunga berisi ucapan yang menyindir Rektor UI Ari Kuncoro. (Whatapps Group)

SOLOPOS.COM - Karangan bunga berisi ucapan yang menyindir Rektor UI Ari Kuncoro. (Whatapps Group)

Solopos.com, JAKARTA — Politikus Gerindra mengapresiasi mundurnya Rektor UI Ari Kuncoro dari jabatan wakil komisaris utama Bank Rakyat Indonesia yang tengah mendapat perhatian publik cendikia terutama di Jakarta. Politikus Gerindra itu adalah anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah yang juga peduli langkah Ari Kuncoro itu.

Menurutnya, itu merupakan langkah yang baik untuk menghindari konflik kepentingan di balik rangkap jabatan. Dengan pengunduran diri ini, jelas dia, diharapakan masing-masing lembaga baik UI maupun BRI dapat lebih fokus menyelenggarakan pelayanan publik.

Baca Juga: Ratusan Tenaga Kesehatan Australia Diisolasi, RS Sydney Kritis

“Pengunduran diri ini tidak semata reaksi atas tuntutan masyarakat, tetapi juga komitmen terhadap penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik,” kata Himma, sapaan akrabnya, seperti dilansir laman resmi DPR, (23/7/2021).

Politikus Gerindra Himmatul Aliyah menilai langkah pengunduran diri Ari Kuncoro menjadi penegasan sikap rektor UI itu untuk kembali kepada misi utama pendidikan tinggi, yakni mencari, menemukan, menyebarluaskan, dan menjunjung tinggi kebenaran.

Statuta UI

Penjelasan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 68/2013 tentang Statuta UI menyebutkan bahwa untuk mewujudkan misi tersebut perguruan tinggi harus bebas dari pengaruh, tekanan, dan kontaminasi apapun seperti kekuatan politik dan/atau kekuatan ekonomi, sehingga Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dapat dilaksanakan berdasarkan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

“Terkait dikeluarkannya PP No. 75/2021 menggantikan PP No. 68/2013 tentang Statuta UI yang tidak melarang rektor UI rangkap jabatan sebagai komisaris BUMN, langkah pengunduran diri ini menjadi momentum untuk membatalkan PP No. 75/2021 tersebut, karena Statuta UI yang baru tidak sejalan dengan UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.

Baca Juga: Waspada, Varian Baru Covid-19 Ancam Anak-Anak & Remaja!

Dia melanjutkan, pada Pasal 8 ayat (1) UU tersebut dijelaskan bahwa, “Dalam penyelenggaraan Pendidikan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berlaku kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan”.

Semua itu, lanjut Himma, dapat tercapai jika perguruan tinggi memiliki otonomi dalam mengelola sendiri lembaganya, baik otonomi bidang akademik maupun non-akademik. “Statuta UI yang memungkinkan rektor UI merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN, dapat mengancam otonomi UI dalam menyelenggarakan pedidikan tinggi sekaligus menghambat UI dalam berperan sebagai kekuatan moral yang mensyaratkan kemandirian lembaga,” tandas legislator dapil DKI Jakarta II ini.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Espos Premium

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Ekosistem digital tengah merebak di Indonesia seiring penetrasi Internet yang semakin meluas sehingga kebutuhan penyimpanan data semakin tinggi. Selama ini data penduduk Indonesia berada di luar negeri sehingga penarikan informasi memakan waktu dan jarak yang jauh.

Berita Terkini

Dukungan untuk Prabowo dan Dendam Wiranto dalam Vonis Penjara Kivlan Zen

Kivlan Zen adalah pendukung berat Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Demi Atur Kasus, Azis Syamsuddin Janjikan Rp4 Miliar ke Penyidik KPK

Azis Syamsuddin diduga memberikan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus kasus.

Bejat! Anak Disetubuhi Dukun Karena Ibu Ingin Kaya

Kasus orang tua mengorbankan anak demi pesugihan kembali terjadi. Seorang ibu menyerahkan putri kandung kepada dukun cabul agar cepat kaya.

Azis Syamsuddin Ahli Hukum yang Terjerat Hukum, Akankah Kariernya Tamat?

Azis Syamsuddin adalah ahli hukum yang terjerat kasus hukum.

Junior Setya Novanto, Berikut Profil Azis Syamsuddin yang Ditangkap KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi.

Resmi! Azis Syamsuddin Pimpinan DPR Ketiga Yang Terjerat Kasus Korupsi

Azis Syamsuddin akhirnya resmi menjadi pimpinan DPR ketiga yang terjerat kasus korupsi.

Walah! Bupati Solok Ngamuk Saat Sidang Paripurna DPRD

Ribut-ribut di Kabupaten Solok belakangan semakin memanas, setelah adanya konflik antara Ketua DPRD dengan Bupati Solok.

Alasan Isolasi Mandiri Tak Diterima, Azis Syamsuddin Dijemput Paksa

Tim KPK menjemput paksa Azis Syamsuddin dan digelandang ke Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/9/2021) malam.

Sambut Mahasiswa Baru, ITNY Gelar PPTMB 2021

Sebelum PPTMB ITNY digelar, ITNY telah mempersiapkan mahasiswa memasuki kehidupan di kampus dengan menggelar serangkaian webinar pengembangan diri bagi mahasiswa baru.

Mangkir dari Panggilan KPK, Benarkah Azis Syamsuddin Isoman?

Surat permohonan penundaan atas namanya, Azis meminta agar pemeriksaan terhadapnya dilaksanakan pada 4 Oktober 2021.

Dukun Penemu Ramuan Anticorona Sri Lanka Meninggal Akibat Varian Delta

Dia sebelumnya mempromosikan sirup buatan dukun White yang diklaim ampuh melawan virus seumur hidup.

Mengaku Lagi Isoman, Azis Syamsuddin Mangkir Panggilan KPK

Azis Syamsuddin tak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa hari ini dengan alasan sedang isolasi mandiri. Ia meminta pemeriksaan diundur pada 4 Oktober 2021.

Anggota TNI yang Ditemukan Tewas, Ditusuk Saat Mencoba Melerai Perkelahian

Sertu Yorhan Lopo dari Menzikon Puziad TNI AD akhirnya tewas setelah berlari 50 meter akibat ditusuk Ivan Victor Dethan karena mencoba melerai perkelahian.

Anggota TNI Jadi Korban Pembunuhan, Mayat Ditemukan di Lahan Kosong

Seorang anggota TNI ditemukan tewas terbunuh, sementara seorang lainnya mengalami luka tusuk dalam peristiwa yang terjadi di Depok.

Divonis 4,5 Bulan Penjara atas Kepemilikan Senjata Api, Kivlan Zen Banding

Kivlan Zen bersikeras menyatakan tidak bersalah atas kasus kepemilikan senjata api dan peluru tajam ilegal sehingga mengajukan banding atas vonis majelis hakim PN Jakarta Pusat.

Wah, 54 Raja dari Seluruh Indonesia Bakal Berkumpul di Sumedang

Presiden Jokowi direncanakan membuka Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) di Keraton Sumedang Larang.