Politeknik Indonusa Surakarta memberikan pelatihan akuntansi dan promosi online kepada pelaku industri gitar di Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (19/7/2019). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO—Para pengrajin gitar di Mancasan, Baki, Sukoharjo, dinilai belum maksimal dalam memanfaatkan promosi melalui online dan membuat laporan keuangan. Karena itu mereka mendapat pelatihan dari Politeknik Indonusa.

Pelatihan akuntansi dan promosi online  dalam Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) kepada kelompok usaha gitar di wilayah Mancasan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (19/7/2019). Pelatihan digelar sebagai upaya https://entertainment.solopos.com/read/20190719/482/1006754/laris-manis-film-dua-garis-biru-raih-12-juta-penonton-lebih" title="Laris Manis, Film Dua Garis Biru Raih 1,2 Juta Penonton Lebih">meningkatkan pengembangan industri gitar di wilayah tersebut. Empat dosen terlibat dalam pelatihan itu di antaranya Wahyu Tri Hastiningsih selaku ketua tim, serta tiga anggota lainnya masing-masing Junaidi, Andita Sari, dan Ichwan Prastowo.

Wahyu Tri Hastiningsih mengatakan pelatihan akuntansi dan promosi online sebagai tindak lanjut program pengabdian masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan berupa pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada April lalu. ”Sekarang kami laksanakan pelatihan akuntasi dan promosi online, karena selama ini masih banyak pelaku industri di Mancasan belum melek soal itu,” kata dia.

Dia menemukan beberapa pelaku industri gitar masih menerapkan sistem akuntansi yang belum tercatat secara baik. Sistemnya pun masih manual. Begitu pula dari segi pemasaran, para pengrajin gitar belum memanfaatkan secara maksimal media online dalam mempromosikan produk mereka. Para pengrajin hanya memanfaatkan jaringan yang telah ada, tanpa upaya mengembangkan pemasaran https://madiun.solopos.com/read/20190719/516/1006753/jatim-perluas-produksi-kakao-dan-kopi-ke-wilayah-selatan" title="Jatim Perluas Produksi Kakao dan Kopi ke Wilayah Selatan">produknya lebih luas lagi.

”Karena itu kami di sini ingin memberikan pendampingan kepada satu pelaku usaha gitar, dalam hal ini Java Guitar di Mancasan,” katanya.

Pemilik Java Guitar, Ari Kustanto, mengaku sangat mengapresi adanya pelatihan akutansi dan promosi online yang dilaksanakan Politeknik Indonusa Surakarta kepada kelompok usaha gitar. Sebab https://bola.solopos.com/read/20190719/498/1006740/final-piala-afrika-2019-duel-tim-nirgelar" title="Final Piala Afrika 2019: Duel Tim Nirgelar">selama ini dirinya hanya mengandalkan jejaring pelanggan sebagai media promosinya. Sedangkan untuk media sosial, dia belum menggunakannya secara maksimal.

”Sebenarnya sudah promisi lewat Facebook [FB]. Tapi belum maksimal, karena harus COD dan lain-lain sementara jumlah tenaga masih terbatas,” katanya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten