Suasana rumah TS yang menganiaya kedua anaknya A dan J di Desa Jatisobo, Polokarto, Selasa (25/6/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres https://soloraya.solopos.com/read/20190626/490/1001355/tak-ada-riwayat-gangguan-jiwa-motif-bapak-aniaya-anak-di-sukoharjo-masih-misteri" title="Tak Ada Riwayat Gangguan Jiwa, Motif Bapak Aniaya Anak di Sukoharjo Masih Misteri">Sukoharjo menetapkan TS, 45, warga Jatisobo, Polokarto, sebagai tersangka penganiayaan dua anak kandungnya.

Penetapan tersangka itu setelah polisi menggelar perkara kasus tersebut, Kamis (27/6/2019) malam. Polisi juga memprioritaskan pengamanan dan pemulihan kesehatan baik TS maupun anaknya, A, 19, yang masih dirawat intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, penyidik telah memintai keterangan istri TS, WW, dan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Penyidik juga menyita tiga barang bukti yakni cangkul, pisau dapur, dan tali tambang.

"TS sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus https://soloraya.solopos.com/read/20190626/490/1001321/anak-dianiaya-bapak-di-sukoharjo-terluka-parah-di-wajah-butuh-operasi-plastik" title="Anak Dianiaya Bapak Di Sukoharjo Terluka Parah Di Wajah, Butuh Operasi Plastik">penganiayaan. Korbannya anak pertama, A, 19 yang kini masih dirawat di RSUD dr. Moewardi, Solo," kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, kepada wartawan, Jumat (28/6/2019).

TS menderita luka sobek sepanjang lima sentimeter di perut yang dia tusuk sendiri seusai aksinya ketahuan warga. Sebelum menganiaya dua anaknya, TS juga sempat berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar.

Upaya gantung diri itu gagal setelah tali tambang putus. "Dalam waktu dekat, TS bakal menjalani operasi di rumah sakit. Tim medis masih menunggu keputusan keluarganya," ujar dia.

Menurut Kasatreskrim, peristiwa https://soloraya.solopos.com/read/20190625/490/1001101/kronologi-penganiayaan-2-anak-oleh-ayahnya-di-polokarto-sukoharjo" title="Kronologi Penganiayaan 2 Anak Oleh Ayahnya Di Polokarto Sukoharjo">penganiayaan ayah terhadap kedua anaknya diduga dilatarbelakangi perselingkuhan TS dengan wanita lain. TS menerima uang warisan dari orang tuanya. Namun, uang warisan itu tak pernah diberikan kepada WW.

"Bermula dari uang warisan yang tak diterima istrinya, pasangan suami istri [pasutri] ini cekcok mulut sehari sebelum kejadian. Diduga TS menghabiskan uang warisan bersama wanita lain," papar dia.

Kasatreskrim telah berkoordinasi dengan Polda Jateng ihwal pemeriksaan kejiwaan TS. Hal ini untuk mengetahui apakah TS mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan polisi juga memprioritaskan pengamanan TS dan A yang masih dirawat di rumah sakit. TS selalu menyatakan keinginan mengakhiri hidupnya selama dirawat di rumah sakit.

Penyidik bakal menunggu kondisi kesehatan TS dan A hingga benar-benar pulih. "Sebenarnya, kasus ini arahnya ke penganiayaan yang melibatkan satu keluarga. Kami prioritaskan pengamanan di rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten