Pembongkaran makam jenazah bocah laki-laki asal Boyolali di Cukilan, Semarang, Selasa (16/7/2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- Polres Boyolali berencana menggelar rekonstruksi kasus ibu menganiaya anak kandungnya hingga meninggal dunia di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Namun sebelum itu, polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap si ibu yang bernama Siti Wakidah, 30, tersebut. Selain itu, polisi juga perlu memastikan lokasi rekonstruksi yakni rumah Siti Wakidah di Tanduk, Ampel, aman untuk kegiatan tersebut.

“Rekonstruksi kasus ini segera kami gelar agar bisa dilanjutkan dengan proses berikutnya dan segera disidangkan,” ujar Kasatreskrim Iptu Mulyono mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat ditemui wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, Jumat (19/7/2019).

Polisi akan mempertimbangkan lokasi rekonstruksi di rumah yang ditinggali Siti Wakidah di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. “Lokasinya nanti kami pertimbangkan dulu keamanannya. Apakah di lokasi kejadian atau di tempat lain nanti akan kami pastikan lagi,” imbuh Mulyanto.

Ditanya kapan tes kejiwaan Siti Wakidah akan dilakukan, Mulyanto mengatakan tes itu bisa dilakukan pekan depan. “Rencananya pekan depan lah akan kami bawa ke RSJD [Rumah Sakit Jiwa Daerah] Solo untuk pemeriksaan kejiwaan,” kata dia.

Sebagaimana diinformasikan, Siti Wakidah menganiaya anaknya, Fadli Fabian Saputra, 6, hingga meninggal dunia pada Kamis (11/7/2019). Menurut pengakuan Siti kepada polisi, tindak kekerasan itu lantaran Fadli rewel.

Kekerasan itu dilakukan dengan cara mencubit, memukul, bahkan membenturkan kepala Fadli ke lemari. Fadli kemudian dimakamkan di desa asal Siti di Semarang.

Berbekal informasi dari warga yang mengurus dan memandikan jenazah Fadli, polisi kemudian membongkar makam Fadli pada Selasa (16/7/2019). Jenazah Fadli kemudian diautopsi dan polisi menemukan bekas penganiayaan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: