Tutup Iklan

Polisi Tangkap Anggota Ormas Bekasi Sebut Orang Betawi Bodoh

Polisi menangkap anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bekasi, VVL, 49, karena menyebut Orang Betawi Bodoh.

 VVL, oknum ormas di Bekasi yang sebut 'Orang Betawi Bodoh' ditangkap polisi. (detikcom)

SOLOPOS.COM - VVL, oknum ormas di Bekasi yang sebut 'Orang Betawi Bodoh' ditangkap polisi. (detikcom)

Solopos.com, BEKASI — Polisi menangkap anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bekasi, VVL, 49, karena menyebut Orang Betawi Bodoh.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, mengatakan pelaku diamankan pada Sabtu (16/10/2021). Menurut Erna pelaku mencoba kabur seusai kasus berbau SARA itu viral di media sosial.

“Diperoleh informasi keberadaan pelaku dan langsung ditindaklanjuti serta diamankan di daerah Slawi. Pelaku berusaha melarikan diri karena mengetahui perbuatanya telah viral,” kata Erna dalam keterangannya seperti dilansir Detikcom, Senin (18/10/2021).

Baca Juga : Yusril Sebut Mubazir Jika Benih Lobster Dilarang Diekspor

Polres Metro Bekasi Kota menetapkan pelaku sebagai tersangka. Polisi menjerat VVL dengan Pasal 16 Juncto Pasal 4 UU RI No.40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 335 KUHP. Dia terancam hukuman lima tahun penjara.

“Pelaku dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat bermusuhan dan perbuatan yang disertai dengan ancaman kekerasan. Pelaku diancam hukuman paling lama 5 tahun penjara,” ungkap Erna.

Kasus ini berawal dari video salah seorang anggota ormas di Bekasi diduga melakukan penghinaan ke Suku Betawi. Peristiwa terjadi pada Rabu (13/10/2021) malam. Video tersebut viral di media sosial.

Baca Juga : Pilu Pengakuan Anak Tersangka Ditiduri Kapolsek, Dijanjikan Ayah Bebas

Dari video yang beredar, pelaku menegur pemuda. Dari omongan itu, terdengar persoalan itu berawal dari masalah lapak proyek. “Bilang, lu main-main di proyek ini gua bacok. Kasih tahu Gondo, dari gua Venus,” ujar pria itu.

Pria itu kemudian melontarkan kata-kata yang menghina suku Betawi. “Lu bawa orang-orang Betawi semua ke sini. Orang Betawi itu bodoh, kata gua,” ujar pria itu.

Kasus Berlanjut

Sebelumnya, Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi melalui Persatuan Advokat Betawi (Padi) melaporkan oknum ormas di Kota Bekasi yang menyebut Orang Betawi Bodoh terkait UU ITE. “Kami minta Kapolda Metro agar kerukunan yang terjadi di Jakarta dan Bekasi untuk segera menangkap orang ini karena akan meresahkan dan membuat gaduh,” kata tim kuasa hukum Bamus Betawi, Ramdan Alamsyah, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga : Menguak Misteri Deretan Kecelakaan Maut di Km 91 Tol Cipularang

Sedianya, Ketua Umum Bamus Betawi, Abraham Lunggana, alias Haji Lulung yang akan membuat laporan polisi. Namun, Lulung tidak jadi datang sehingga diwakilkan ke tim advokat. “(Haji Lulung) lagi ke luar kota. Ada agenda di luar. Tadi mau ke Polda cuma belum bisa balik,” kata Ramdan.

Menurut Ramdan pihaknya melaporkan dua orang, yakni orang yang mengambil video dan anggota ormas berinisial FN yang diduga melakukan penghinaan kepada suku Betawi. “Oknum inisial FN harus segera ditangkap karena sangat melukai kami. Orang Betawi itu tidak bodoh. Kami punya profesi, posisi terhormat. Kaum Betawi tidak seperti apa yang diucapkan,” terang Ramdan.

Ramdan mengatakan tetap melanjutkan kasus tersebut meskipun terlapor telah meminta maaf. “Perdamaian yang dilakukan bukan dalam konteks perdamaian ucapan. Nah, ucapan itu kompleks dan menimbulkan efek sosial. Makanya kami Bamus Betawi meminta Polda (Metro), Pak Kapolda, tolong segera ditindak.”


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Wanita 74 Tahun Menikah dengan Sapi, Ternyata Ini Alasannya

Seorang perempuan berusia 74 tahun secara mengejutkan menikahi seekor sapi yang telah menciumnya.

Dirilis! Ini Daftar Lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah 2022

Berikut ini terdapat daftar upah minimum kabupaten/kota (UMK) se-Jawa Tengah 2022 yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos Hari Ini: UMK Tak Jauh dari UMP

Di Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akhirnya menandatangani UMK 2022 yang hanya naik sekitar Rp21.000 dari tahun sebelumnya.

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.

Jadi Tersangka, Sopir Pikun yang Melawan Arah di Tol Tak Ditahan

Sopir Mercy tersebut tidak ditahan dikarenakan yang bersangkutan mengidap demensia atau penurunan daya ingat alias pikun.

Korban Penembakan Ipda OS di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Namun, Zulpan belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pengakuan korban soal status wartawan tersebut.

Terbelit Utang, Keluarga Polisi Diusir Puluhan Preman

Pengusiran yang terjadi pada awal Oktober 2021 itu membuat R dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Melindungi Orang yang Terancam, Polisi Tembak Mati Pengganggu

Satu orang yang ditembak bernama Poltak Pasaribu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Kramat Jati, Minggu (28/11/2021) sedangkan satu lainnya menderita luka dan dalam perawatan.

Dinilai Luwes, Partai Nasdem Masuk 3 Besar Parpol

Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan Partai Nasdem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen.

Giliran Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Dosen Skripsi

Selain korban DR tersebut, Masnoni membenarkan ada dua orang mahasiswi lain yang menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen di kampusnya.

Covid-19 Reda, Kepuasan Publik kepada Jokowi Meningkat

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.