IA, warga Gentan, Baki, Sukoharjo, tersangka penganiaya Retno Ayu di Mapolres Sukoharjo, Rabu (24/10/2018). (Solopos-Trianto Hery Suryono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo mengungkapkan detail kronologi penganiayaan remaja warga Rusunawa Begalon Solo, Retno Ayu Wulandari, 14, hingga meninggal dunia di Gatak, Sukoharjo.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Conctantien Baba, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Rabu (24/10/2018). Turut hadir dalam konferensi pers itu Kabagops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh.

AKP Rifeld menjelaskan awalnya kasus itu memang dilaporkan sebagai kasus kecelakaan lalu lintas sehingga ditangani Satlantas Polres Sukoharjo, Namun setelah ada pemeriksaan medis, aparat Satlantas mencurigai atas kematian yang tidak wajar sehingga melimpahkannya ke Satreskrim.

“Informasi awal korban Retno Ayu, 14, warga Rusunawa Begalon, Solo, meninggal karena lakalantas. Namun hasil visum menyebutkan ada tiga luka tidak wajar di kepala sehingga penanganan diambil alih Satreskrim," jelas AKP Rifeld.

Dari hasil penyidikan tim Satreskrim diketahui kronologi kejadian itu bermula saat IA, 17, yang saat ini sudah ditahan di Mapolres Sukoharjo, mengajak Retno Ayu jalan-jalan pada Kamis (18/10/2018) malam.

Retno Ayu dijemput remaja laki-laki asal Gentan, Baki, Sukoharjo, itu dan diajak nongkrong di rumah Ang di Gatak, Sukoharjo. Sekitar pukul 22.00 WIB, tempat nongkrong berpindah ke selepen (penggilingan) padi di Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

“Korban tidak mau diberi minum minuman keras dan meminta diantar pulang namun oleh tersangka diajak nongkrong di selepan. Saat itu tersangka mengajak hubungan intim tetapi ditolak sehingga tersangka marah kemudian memukulkan sebatang ranting ke pelipis korban," jelas AKP Rifeld.

Setelah dipukul, Retno Ayu meninggalkan tempat itu tetapi dihampiri oleh IA dan diboncengkan naik sepeda motor. Di tengah jalan areal persawahan, Desa Jati, Gatak, IA kembali mengajak Retno Ayu berhubungan intim.

Retno Ayu kembali menolak ajakan tersebut. IA marah dan mengambil balok kayu dan memukulkannya hingga tiga kali ke bagian belakang kepala Retno Ayu sampai berdarah.

IA memukul menggunakan dua tangan sampai Retno Ayu tak sadarkan diri. Retno kemudian dijatuhkan di pinggir sawah dengan posisi telentang.

Lima menit kemudian IA mengangkat tubuh Retno Ayu dan meletakkannya di boncengan sepeda motor. Tangan Retno dirangkulkan ke tubuh IA supaya tak jatuh.

Namun, baru sekitar empat meter berjalan, Retno terjatuh dari motor. IA menghentikan sepeda motornya dan mengangkat Retno lalu meletakkannya di pinggir jalan.

Panik melihat kondisi Retno, IA meninggalkannya begitu saja. IA menemui temannya berinisial Hnr menceritakan ia dan Retno mengalami kecelakaan.

Hnr dan seorang lagi, ANF, datang ke tempat kejadian kemudian membawa Retno Ayu ke RS dr. Oen Solo Baru. IA menyusul ke rumah sakit namun Retno dinyatakan sudah meninggal dunia.

AKP Rifeld mengungkapkan IA ditangkap sehari setelah Satreskrim mengambil alih kasus itu dari Satlantas. Menurutnya, penyidik tidak ingin salah menetapkan tersangka sehingga membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti.

Ada sembilan saksi yang telah diperiksa dalam kasus tersebut. Hingga saat ini, IA ditetapkan sebagai tersangka tunggal. AKP Rifeld mengatakan menurut keterangan IA, Retno Ayu bukan pacar IA namun sudah dua kali IA mengajak Retno pergi.

"Kali kedua terjadi peristiwa dugaan penganiayaan berujung kematian korban. Tersangka memiliki catatan kriminalitas di Solo sehingga kasusnya berlanjut [meski IA masih di bawah umur]. Kejadian kematian korban di jalan tengah sawah Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sukoharjo,” jelasnya.

Polisi mengamankan barang bukti di antaranya sepeda motor matik, pakaian Retno Ayu dan IA, sebatang kayu balok, satu batang ranting kayu, satu unit handphone, satu jam tangan, dan satu cincin.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten