Tutup Iklan
Aktivitas penjagaan di rumah pelaku bom Pospam Kartasura, Rofik Ansharudin (RA), 22, di Dusun Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polisi menyita sejumlah kantong plastik diduga berisi bahan kimia saat menggeledah rumah terduga -pelaku-pelaku-bom-kartasura-kembali-digeledah-polisi-sita-ini" title="Rumah Pelaku Pelaku Bom Kartasura Kembali Digeledah, Polisi Sita Ini">pengebom di pos pantau Bundaran Tugu Kartasura, Rofik Asharudin, warga RT 001/RW 002, Dusun Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Selasa (4/6/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebelumnya, polisi menyita lebih dari lima kantong bekas semen saat menggeledah rumah Rofik sesaat setelah kejadian. Pantauan Solopos.com, Selasa, sejumlah aparat TNI-Polri berjaga di sekitar rumah terduga pelaku bom bunuh diri.

Sementara proses penggeledahan di rumah terduga pengebom berlangsung sekitar sejam mulai pukul 07.00 WIB-08.00 WIB. Proses penggeledahan disaksikan ketua rukun tetangga (RT) setempat.

Saat digeledah, rumah Rofik dalam kondisi kosong. Rofik merupakan anak kedua pasangan Muhtadi-Sukinem. Dia memiliki seorang kakak bernama M. Ridwan Sayid dan adik bernama Ahmad Fakhri Haramidi.

Saat ini, kedua orang tua -jateng-bom-pospam-kartasura-targetkan-polisi-ini-faktanya" title="Kapolda Jateng: Bom Pospam Kartasura Targetkan Polisi, Ini Faktanya!">Rofik masih dimintai keterangan oleh polisi. Kepala Dusun 1 Desa Wirogunan, Darmanto, mengatakan polisi menyita sejumlah bungkusan plastik dari rumah Rofik. Namun, Darmanto tak mengetahui secara jelas isi kantong plastik itu.

"Semalam ada lebih dari lima kantong semen yang dibawa polisi. Kalau tadi pagi hanya beberapa kantong plastik. Isinya saya tidak tahu," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Sebelumnya, polisi telah menyita sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam kantong semen saat menggeledah rumah Rofik pada Selasa dini hari. Namun, Darmanto tak mengetahui secara jelas barang yang disita polisi.

Sehari-hari, Rofik tinggal bersama orang tua dan adiknya yang berusia lima tahun. “Dia [Rofik] pernah menghilang selama lebih dari sepekan. Keluarga tak tahu keberadaannya. Namun, Rofik kemudian pulang kembali ke rumah,” papar dia.

Sementara itu, Ketua RT 001/RW 002, Kranggan, Wirogunan, Joko Suwanto, menyampaikan seusai lulus dari Madrasah Aliah Negeri (MAN) Solo, Rofik sempat bekerja di Solo. Namun, Joko tak mengetahui secara jelas pekerjaan yang digeluti Rofik.

“Sikap dan perilakunya berubah setelah bekerja di Solo. Saya tak tahu penyebabnya,” tutur dia.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar Bundaran Tugu -tontonan-begini-kondisi-pospam-kartasura-pascaledakan-bom" title="Jadi Tontonan, Begini Kondisi Pospam Kartasura Pascaledakan Bom">Kartasura kembali kondusif dan lancar pascaaksi bom bunuh diri. Mobil pribadi dan bus yang mengangkut pemudik terlihat lalu lalang dari arah Jogja maupun Semarang.

Sebelumnya, arus lalu lintas menuju Bundaran Kartasura baik dari arah Jogja maupun Semarang dialihkan saat terjadi aksi percobaan bom bunuh diri di pos pantau Polres Sukoharjo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten