Polisi Sebut Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Balikpapan 4 Orang

Polisi merevisi data korban meninggal akibat kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA.

Newswire - Solopos.com
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:38 WIB

SOLOPOS.COM - Truk tronton rusak berat akibat menabrak sejumlah kendaraan yang berhenti saat lampu merah menyala di persimpangan Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Jumat (21/1/2022). (Antara)

Solopos.com, BALIKPAPAN — Polisi merevisi data korban meninggal akibat kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA.

Semula, polisi menyampaikan data korban meninggal akibat kecelakaan maut di Balikpapan itu sebanyak lima orang. Selain lima orang meninggal, sebanyak 1 orang kritis, dan 13 orang luka berat.

Terkini, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Dedi Prasetyo, menyampaikan data sementara jumlah korban meninggal dunia terkait kecelakaan maut di lampu merah Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca Juga : Innalillahi! Truk Tronton Tabrak 20 Mobil dan Motor, 5 Orang Meninggal

“Mohon izin ralat update terakhir di lapangan yang meninggal dunia empat orang. Satu orang masih kritis,” kata Dedi melalui pesan aplikasi WhatsApp yang diterima Antara di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur (Kaltim) diperoleh data korban kecelakaan maut di Simpang Rapak Balikpapan hingga pukul 11.54 WIB. Tercatat 4 orang meninggal dunia, 1 orang kritis, 4 orang luka berat, dan 17 orang luka ringan.

Korban kecelakaan maut di Balikpapan itu mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit (RS) rujukan, yakni RS Khanujoso, RS Beriman, dan RS Ibnu Sina.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Pengakuan Sopir Truk Tronton

Rem Truk Blong

Sejauh ini, kata Dedi, sopir truk tronton menyampaikan kendaraan yang dikemudikannya mengalami rem blong saat melintas di lampu merah Muara Rapak. “Keterangan sopir truk tronton, pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan rem blong,” jelas Dedi.

Sebelumnya, diberitakan kronologi kecelakaan bermula saat truk tronton pelat nomor KT 8534 AJ meluncur tak terkendali kemudian menyeruduk puluhan kendaraan yang sedang berhenti saat lampu merah menyala di persimpangan Rapak, Jumat pagi.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan berupa enam roda empat terdiri atas dua kendaraan pribadi, dua angkutan kota warna biru dan merah, dan dua pikap. Sementara itu, kendaraan roda dua berjumlah 14 unit.

Baca Juga : Sopir Minibus Diduga Ngantuk, Ini Kronologi Tabrakan Maut Tol Boyolali

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), Kombes Polisi Sony Irawan, mengatakan sopir truk tronton, Muhammad Ali, 48, warga Jalan Tanjung Pura, Balikpapan Kota sudah ditangkap dan ditahan di Polresta Balikpapan.

Sony mengutip keterangan sopir truk tronton yang menyampaikan bahwa truk tronton warna merah itu berangkat dari pul di Jl. Pulau Balang di KM 13 Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara pada Jumat pukul 05.00 WITA. Tujuan truk tronton itu Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Truk beroda 10 dengan kapasitas angkut 21 ton itu bermuatan kontainer 20 feet. Isi kontainer itu kapur pembersih air seberat 20 ton.

Baca Juga : Update Kecelakaan Tol Boyolali: Korban Meninggal Bertambah Jadi 3 Orang

Jalanan Menurun

Ali memilih rute Jl. Soekarno-Hatta atau yang biasa disebut warga sebagai Kilo. Sampai di Kilo 0,5 atau depan Rajawali Foto, lokasi tersebut menjelang turunan panjang hingga lampu pengatur lalu lintas depan Bundaran Rapak, Ali menurunkan persneling dari 4 ke 3 dan mengurangi laju kendaraan.

Namun, tepat di depan Polres Balikpapan Utara, truk Ali kehilangan fungsi rem alias rem blong. Laju truk berkurang karena ditahan putaran mesin persneling rendah. Tetapi, truk tanpa rem dan melaju di jalan menurun. Kecepatan truk tak terkendali.

Truk menyeruduk belasan motor, mobil pikap, mobil pribadi, dan angkot yang berhenti di lampu lalu lintas depan Bundaran Rapak. “Seingat sopir tronton yang kali pertama dia tabrak pengendara sepeda motor,” ujar Sony seperti dilansir Antara, Jumat.

Baca Juga : Duh, 71 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di Gunungkidul

Truk tronton tak berhenti sampai di situ seusai menyeruduk puluhan kendaraan yang berhenti di lampu lalu lintas Rapak. Truk masih terus melaju melewati Simpangan Rapak dan Bundaran.

Truk baru benar-benar berhenti di jalan samping Masjid Al Munawar. Truk tronton juga menyeruduk tiang lampu lalu lintas hingga roboh dan meratakan pagar pembatas jalan sepanjang turunan itu.

“Kami terus mengumpulkan detail informasi dan segera kami sampaikan. Saat ini kami fokus menolong dan mengevakuasi korban dan mengatur lalu lintas.”

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif