Polisi Periksa Saksi Kasus Teror Ambulans Dilempari Batu di Flyover Purwosari Solo

Polisi langsung melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku teror yang melempar batu ke ambulans di Flyover Purwosari.

 Insiden Pelemparan Batu Ambulans di Kota Solo

SOLOPOS.COM - Insiden Pelemparan Batu Ambulans di Kota Solo

Solopos.com, SOLO — Satreskrim Polresta Solo resmi menangani kasus teror ambulans milik Muhammadiyah Klaten yang dilempari batu pekan lalu. Polisi langsung melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku teror tersebut.

Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika, kepada wartawan, Senin (12/7/2021) mengonfirmasi proses penyelidikan sedang berlangsung. Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan memeriksa rekaman kamera pengawas.

“Masih penyelidikan, beberapa saksi sudah kami periksa,” papar dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Baca juga: Sebut Ambulans Hanya Untuk Menakut-Nakuti, Pemilik Akun FB Ini Dibawa Ke Polsek Jebres Solo

Sementara itu, Ketua Layanan Umat Muhammadiyah, Husni Tamrin, mengatakan saat dilempar batu, sopir ambulans melihat sebuah mobil boks dan sepeda motor dari arah berlawanan ambulans melaju.

Ia mengambil langkah hukum atas peristiwa itu dan tidak menoleransi kembali aksi teror ambulans. Sebelumnya, teror serupa menyasar ambulans jajaranya. Ambulans itu ditabrak dan penyelesaiannya proses kekeluargaan.

“Ini bukan ambulan pasien terkonfirmasi Covid-19. Saat melintas dari arah timur, posisi rotator menyala sirine mati karena bukan membawa pasien darurat. Posisi pulang dari rumah sakit,” papar Husni.

Baca juga: Seks Bebas di Gunung Kemukus Sragen: Prostitusi Berkedok Ritual Pesugihan

Menurutnya, bekas pecahan kaca di ambulans  itu berwarna merah seperti batu bata. Padahal jelas tidak ada  batu di sekitar Flyover Purwosari.

Sebelumnya, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan bakal mengambil langkah tegas bagi siapa saja yang melawan hukum menyusul teror ambulans tersebut. Ambulans merupakan kendaraan prioritas yang sudah diatur dalam perundang-undangan.

Baca juga: Lazisss…. Soto Garing Mbak Yun di Delanggu Klaten Laris Manis

Kapolresta Solo, saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya, mengatakan UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan beberapa kendaraan memperoleh prioritas penggunaan jalan seperti ambulan dan pemadam kebakaran.

Hal itu harus dipatuhi karena merupakan undang-undang. Jika kendaraan prioritas melintas, menyalakan sirine dan rotator maka pengguna jalan wajib memprioritaskan.

“Para pengguna jalan wajib hukumnya memberikan kesempatan mobil prioritas melintas di jalur itu. Memberi kesempatan mendahului,” papar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Waduk Pidekso Wonogiri Diklaim Tahan Gempa Megathrust

Waduk Pidekso di Giriwoyo, Wonogiri, diklaim tahan gempa megathrust karena fondasinya tidak dibangun dengan beton.

Permintaan Pengepul Anjlok, Ikan Nila Boyolali Dijual Siap Santap

Para pembudidaya ikan nila di Boyolali berinovasi dengan menjual nila hasil olahan yang siap santap demi mempertahankan bisnis.

Pesona Waduk Pidekso Wonogiri: Sarana Irigasi hingga Wisata Air

Waduk Pidekso di wilayah Giriwoyo, Wonogiri, menjadi solusi air bersih di bagian selatan dan berpotensi menjadi objek wisata.

11 Jam Tuntaskan Nazar Lari Salatiga-Klaten, Mustakim Sujud Syukur

Khoirudin Mustakim, pesilat peraih medali emas PON XX Papua asal Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menuntaskan nazar berlari dari Salatiga-Klaten.

Museum Purba Klaster Dayu Karanganyar Sudah Dibuka Lur

Objek wisata Museum Purba Dayu di Karanganyar kembali dibuka untuk pengunjung mulai 16 Oktober 2021.

Rugi Bandar! Sawah di Sragen, Grobogan & Rembang Menyusut Jadi Industri

Sawah lahan pertanian produktif di wilayah Sragen, Grobogan, serta Rembang terus menyusut beralih menjadi kawasan industri.

Tak Ada Honor, Perlintasan KA di Bedowo Sragen Tak Dijaga Petugas

Perlintasa kereta api (KA) di wilayah Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, tidak dijaga petugas karena tidak ada honornya.

Hebat! Atlet Paralayang Sukoharjo Sabet 4 Medali PON

Atlet paralayang asal Sukoharjo, Jawa Tengah, memborong empat medali di ajang PON Papua 2021.

Geger Banteng Vs Celeng, Begini Tanggapan Bupati Wonogiri

Ketua DPC PDIP Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, turut memberikan tanggapan terkait polemik banteng vs celeng di internal PDIP.

Brukk! Tertimpa Pohon Tumbang, Teras Rumah Warga Sragen Rusak

Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang melanda di wilayah Kecamatan Gesi, Ngrampal, hingga Sambungmacan, Sragen.

Di Tengah Pandemi, Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten Digelar

Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten yang digelar di tengah pandemi Covid-19 disambut antusias peserta.

Bupati Sukoharjo! Ayo Warga, Jangan Sampai Tidak Ikut Vaksinasi

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meminta warga untuk tidak melewatkan kegiatan vaksinasi.

Innalillahi! Pelajar SMP di Sragen Yang Tertimpa Pohon Meninggal Dunia

Pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, yang tertimpa pohon akhirnya meninggal dunia.

Tragis! Pelajar SMP di Sragen Tertimpa Pohon Saat Naik Motor

Seorang pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, tertimpa pohon saat mengendarai motor.

Main Bulu Tangkis 5 Set, Gibran Jadi Bulan-Bulanan Rudy

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merasakan ketangguhan mantan Wali Kota Solo yang juga politikus senior PDIP, F.X. Hadi Rudyatmo, dalam bermain bulu tangkis.

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.