Tutup Iklan
Penyidik KPK Novel Baswedan berdiri di samping layar yang menampilkan hitung maju waktu sejak penyerangan terhadap dirinya saat diluncurkan di gedung KPK, Selasa (11/12/2018). (Antara-Hafidz Mubarak)

Solopos.com, JAKARTA – Polisi memastikan hingga kini kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus berjalan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis.

"Para penyidik terus bekerja, saya yang memimpin langsung pelaksanaan anev (analisis dan evaluasi), dan tiap progress (kemajuan) selalu diawasi satuan internal Polda, seperti Irwasum (Inspektorat Pengawasan Umum), dan Dirpropam (Divisi Profesi dan Pengamanan)," kata Idham saat menyampaikan penjelasan akhir tahun di Jakarta, Jumat.

Kapolda Metro Jaya itu menyebutkan pihaknya secara rutin menyampaikan hasil penyelidikan ke Ombudsman dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Bahkan, Polda Metro Jaya pun bekerja sama dengan satuan tugas dari KPK dalam hal menganalisis dan mengevaluasi temuan yang diperoleh dalam pemeriksaan kasus.

Hingga saat ini, Irjen Pol Idham memastikan kanal komunikasi masih dibuka untuk masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus Novel Baswedan. "Kami sadar, tidak semua kasus itu mudah, dan spesifikasi pengungkapannya itu berbeda-beda," kata Irjen Idham.

Selain kasus Novel, ia menyebut, masih ada beberapa kasus yang belum tuntas ditangani Polda Metro Jaya pada 2018, diantaranya pelemparan bom molotov di depan Kedutaan Besar Myanmar, dan kasus tewasnya seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan di danau Kampus UI Depok.

Polda Metro Jaya mencatat selama 2018 pihaknya menerima 564 berkas perkara, yang 83,68 persennya atau 472 kasus di antaranya telah dirampungkan. Sementara jika dibandingkan penanganan perkara pada 2017 hanya 289 kasus atau sekitar 43,52 persen perkara dari total 664 kasus yang berhasil dipecahkan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten