Tutup Iklan

Polisi Pelajari Buku Aksi 212 yang Ditemukan di Rumah Jonru

Polisi Pelajari Buku Aksi 212 yang Ditemukan di Rumah Jonru

SOLOPOS.COM - Jonru (Istimewa/Facebook)

Polda Metro Jaya sedang menelusuri buku Aksi 212 yang ditemukan saat penggeledahan di rumah Jonru Ginting.

Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik masih menelusuri buku Aksi Bela Islam 212 yang ditemukan saat menggeledah rumah Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting pada Jumat (29/9/2017).

Penelusuran itu dilakukan untuk mencari benang merah buku tersebut dengan kasus ujaran kebencian yang melilit Jonru Ginting. Pasalnya, buku tersebut berisi kumpulan tulisan perjalanan Aksi Bela Islam 212 yang terjadi di awal 2017 silam.

"Kita lihat ada kaitan atau tidak, kemudian juga barang bukti lain dianalisa penyidik," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/10/2017), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Diketahui, dalam pengeledahan itu penyidik juga menyita barang bukti lainnya berupa laptop dan flashdisk dan beberapa print out yang berkaitan dengan kasus ujaran kebencian. Sementara itu, buku Aksi Bela Islam 212 akan dikembalikan apabila terbukti tidak berkaitan.

"Kalau ada kaitannya pasti akan kita jadikan barang bukti, kalau tidak ada, kita kembalikan," pungkas mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Unggahan yang diperkarakan Muannas Al Aidid itu menyebut Nahdlatul Ulama (NU) menerima uang senilai Rp1,5 triliun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menerima Perppu Ormas serta menyebut Presiden Jokowi satu-satunya Presiden Indonesia yang tidak jelas asal-usulnya.

Para saksi sudah dimintai keterangan oleh polisi pada Rabu (6/9/2017) lalu. Guntur Romli, salah satu saksi yang diajukan, berkomentar terkait isu bantuan sebesar Rp1,5 triliun untuk Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) yang menurutnya juga tercantum dalam salah satu unggahan oleh akun media sosial atas nama Jonru Ginting.

"Saya kemarin juga bertemu dengan ketua PBNU Said Aqil Siradj. Dia [pemilik akun] kan ada tulis itu posting bantuan Rp1,5 triliun untuk PBNU. Kemudian itu [isu dana Rp1,5 triliun] dipakai Saracen untuk memfitnah KH Said Aqil Siradj. Beliau sangat tidak menerima atas tuduhan itu," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Britney Spears Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Ayahnya

Fakta itu diungkap Britney Spears dalam sidang pencabutan hak perwalian ayahnya, Jamie Spears.

Kisah Tiwi, Pesepak Bola Putri Solo yang Tak Kapok Meski 2 Kali Cedera Engkel

Tiwi kini menjadi stopper andalan di tim sepak bola putri Putri Surakarta.

Berawal dari Acara Fashion Show, 21 Mahasiswa ISI Solo Positif Covid-19

Sebanyak 21 mahasiswa Institut Seni Indonesia atau ISI di kampus 2 Mojosongo, Solo, terkonfirmasi positif Covid-19. Tertularnya para mahasiswa itu berawal dari acara fashion show.

Inilah 12 Pabrik Gula Yang Hilang Di Soloraya, Paling Banyak Dari Klaten

Ada 12 pabrik gula di kawasan Soloraya yang hilang, padahal dulunya memiliki andil besar dalam produksi gula di Tanah Jawa.

Miris! TKW Asal Madiun Setahun Disiksa Majikan di Malaysia

TKW bernama Siti Sulikah selain dianiaya, gajinya sebagai asisten rumah tangga juga tidak dibayarkan oleh majikannya di Malaysia.

Ada 5.000 Vaksin Covid-19 untuk Pelaku UMKM & Ritel Karanganyar, Ini Link Pendaftarannya

Jatah vaksin Covid-19 dititipkan ke Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar.

Viral di Tiktok, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Meurindu - Rialdoni

Lirik dan terjemahan lagu meurindu milik penyanyi Aceh banyak dicari setelah viral di media sosial, yuk simak baik-baik di sini!

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.