Polisi memasang police line di kamar mandi yang digunakan MS untuk melahirkan bayinya, Minggu (1/12/2019). (Istimewa-Polsek Mejayan)

Solopos.com, MADIUN -- Penyelidikan kasus siswi SMK yang melahirkan bayi di kamar mandi rumahnya di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun masih terus berlanjut. Kepolisian sudah mengantongi ayah biologis dari bayi yang dilahirkan siswi berinisial MS itu.

Kapolsek Mejayan, Kompol Pujiyono, mengatakan kejadian penemuan bayi meninggal dunia di dalam tas di kamar mandi masih proses penyelidikan. Untuk saat ini status MS masih terlapor. Polisi belum menentukan siapa tersangka yang harus bertanggung jawab atas kematian bayi tidak berdosa itu.

"Penyelidikan masih berjalan. Atas peristiwa itu, kita sudah memintai keterangan beberapa saksi. Termasuk ibu yang melahirkan bayi itu," kata Pujiyono, Jumat (6/12/2019).

Belum adanya tersangka yang ditetapkan karena saat ini polisi belum memiliki bukti yang cukup.

Terkait ayah biologis bayi atau laki-laki yang menghamili MS, kata Kapolsek, polisi telah mengantongi namanya. Ayah bayi itu merupakan teman dekat MS. Hal itu sesuai dari keterangan MS dan sudah tertuang dalam BAP atau berita acara pemeriksaan.

Siswi kelas XI SMKN itu telah diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD Caruban pada Rabu (4/12/2019). MS akan menjalani rawat jalan karena kondisinya sudah membaik.

Dari pemeriksaan sementara, MS menggugurkan bayinya karena malu hamil di luar hubungan pernikahan. MS melahirkan bayinya itu secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.

Orang tua MS dalam keterangannya juga tidak mengetahui saat anaknya itu hamil sampai melahirkan di kamar mandi.

"Untuk hasil visum, kami tidak bisa menjelaskan. Yang pasti, terlapor melahirkan secara mandiri," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMK di Kabupaten Madiun berinisial MS melahirkan bayi di kamar mandi rumahnya. Bayi perempuan itu pun meninggal dunia dan mayatnya disembunyikan di dalam tas sekolah milik MS.

Kuat dugaan bayi yang dilahirkan MS ini merupakan hasil hubungan gelap. Sehingga siswi berusia 18 tahun ini diam-diam melahirkan darah dagingnya itu di kamar mandi hingga akhirnya nyawa bayi melayang.

Kapolsek Mejayan, Kompol Pujiyono, mengatakan aksi MS ini terungkap setelah ia ditemukan tergeletak lemas oleh ibu kandungnya yang berinisial D.

Dari keterangan saksi, MS melahirkan bayi perempuan itu pada Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Kala itu, warga mendengar suara orang sedang mandi dan menyiram air secara terus menerus di kamar mandi rumah D. Warga pun mencium bau amis darah.

"Warga mendengar orang mandi dengan menyiram air itu cukup lama. Bahkan hingga pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari, suara orang menyiram air dari kamar mandi itu masih tetap terdengar," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Minggu (1/12/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten