Tutup Iklan
Polisi Gerebek 4 Lokasi Produksi Pupuk Tak Berizin di Wonogiri
Tempat produksi pupuk tak berizin milik Teguh di Pule, Kel. Gedong, Pracimantoro, Wonogiri. (Solopos-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Polisi menggerebek empat lokasi produksi pupuk tanpa izin di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (26/2/2020).

Wartawan Solopos, Rudi Hartono, Kamis (27/2/2020), melaporkan polisi mengamankan dua orang yakni Teguh Suparman, 53, dan Farid Giri Saputro, 28, keduanya warga Pracimantoro yang merupakan pemilik tempat produksi pupuk tak berizin itu.

Tengkleng Gendong Mbah As Sukoharjo Ngangeni, Harga Mulai Rp5.000

Teguh memiliki satu tempat produksi di Pule, Gedong, Pracimantoro, sedangkan tiga lainnya dimiliki oleh Farid yakni di Ngulu Kidul, Desa Pracimantoro; Blindas, Pracimantoro; danKaranglo, Desa Gebangharjo, Pracimantoro.

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito mewakili Kapolres AKBP Christian Tobing, Kamis, menjelaskan pengungkapan kasus dugaan produksi pupuk tanpa izin, baik izin produksi maupun izin edar, merupakan pengembangan dari kasus peredaran pupuk palsu di Klaten serta Gunungkidul.

Pelamar PPS di Sukoharjo Membeludak, Yang Lolos Diumumkan Besok

Dia menjelaskan soal kandungan pupuk yang diproduksi Teguh maupun Farid, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium.

"Yang jelas, produksi dilakukan secara asal-asalan tanpa ada standardisasi tertentu soal komposisi dan lainnya," jelas Kasatreskrim.

Truk Ringsek Dihantam KA Argo Lawu di Jogonalan Klaten

Dia menerangkan pupuk yang diproduksi kedua pelaku bermacam-macam salah satunya SP-36. Sedangkan pemasarannya untuk pelaku Teguh menjangkau Klaten, Karanganyar, hingga Gresik (Jawa Timur).

Dari hasil penggerebekan dari tempat Teguh di Pule, Pracimantoro, polisi menyita barang bukti di antaranya sebanyak 300-an ton pupuk tak berizin serta sebuah truk.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho