Polisi mengawal proses penguburan daging sapi gelonggongan di lahan dekat Mapolres Wonogiri, Senin (10/2/2020) dini hari. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Polres Wonogiri bekerja sama dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri menggagalkan pengiriman 270 kg daging gelonggongan dari Boyolali ke Wonogiri, Minggu (9/2/2020) malam.

Polisi juga mengamankan tiga orang yang berada di mobil pikap pengangkut daging gelonggongan tersebut. Sedangkan dagingnya langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di lahan dekat Mapolresta Wonogiri, Senin (10/2/2020).

Polres Wonogiri kini terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui oknum di Wonogiri yang memesan daging gelonggongan tersebut dari daerah lain seperti Boyolali.

Pengamat: Fit & Proper Test Cuma Formalitas, Gibran-Purnomo Sudah Jadi

“Masih didalami untuk menelusuri siapa yang mengirim daging, siapa yang memesan, ke mana saja daging akan dikirim, sudah berapa kali mengirim, pengirim bagian dari sindikat atau bukan, dan sebagainya. Semua kemungkinan akan digali agar kasus tuntas terungkap,” kata Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Adjar Waskito, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, melalui pesan singkat, Selasa (11/2/2020).

Purbo belum bisa menyampaikan data lebih terperinci terkait pengungkapan kasus pengiriman daging sapi gelonggongan karena polisi masih mengembangkan penyelidikan. Dia hanya menginformasikan ada beberapa orang yang sempat ditangkap.

Namun, hingga Selasa siang tiga orang itu masih berstatus saksi sehingga tak ditahan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, pengungkapan ini berawal saat polisi mendapat informasi ada pengiriman daging sapi gelonggongan dari Boyolali menggunakan mobil pikap, Minggu (9/2/2020) malam.

Eks Caleg Jadi Anggota Panwascam Tanon, Bawaslu Sragen Sebut Tak Ada Pelanggaran

Polisi bersama tim Dislapernak lalu mencegat di Jl. Pemuda I, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, tak jauh dari Alun-Alun Giri Krida Bakti, Senin (10/2/2020) pukul 02.00 WIB. Benar saja, saat itu melintas mobil yang membawa daging sapi.

Polisi langsung menghentikannya. Saat mengecek bak mobil, polisi menemukan daging sapi yang mengandung banyak air diduga akibat digelonggong. Hasil cek tim teknis memperkuat dugaan itu.

Selanjutnya polisi membawa tiga orang warga Ampel, Boyolali, yang menumpangi mobil, meliputi BN, 30, yang diduga pemilik daging; TS, 30, sopir; dan JM, 34, kernet. Polisi menyita barang bukti 270 kg daging gelonggongan yang sebagian besar sudah dimusnahkan dengan cara dikubur.

Hindari Motor Ngerem Mendadak, Bus Mira Sosor Kios di Mendungan Kartasura

Selain itu ada 15 kg koyoran, 15 kg gajih atau lemak, 21 kg tulang, dan satu unit mobil pikab Mitsubishi L300 berpelat nomor AD 1806 WM sarana pengiriman yang disita petugas.

Terpisah, Kepala Dislapernak, Sutardi, mengatakan daging itu diduga dikirim ke Wonogiri karena ada pedagang yang memesan. Dia meyakini pemesan akan diperiksa polisi. Hal ini mengindikasikan ada oknum pedagang yang menjual sapi gelonggongan.

Bukan tidak mungkin pengiriman daging gelonggongan ke Kota Sukses tak hanya sekali ini. Informasi yang dia peroleh, pengiriman masuk ke Jatisrono, Baturetno, dan Pracimantoro. Terkait daging gelonggongan yang berhasil disita tersebut, Sutardi menyebut sedianya akan dikirim ke arah Purwantoro.

Gibran Rakabuming Klaim Siapkan Dana Pribadi untuk Kampanye Pilkada Solo

“Setiap hari tim mengecek ke pasar-pasar. Kadang mendapati daging gelonggongan, tetapi tinggal sedikit. Pada saat itu juga pedagang kami beri pembinaan,” kata Sutardi.

Dia menegaskan menjual daging gelonggongan sama halnya merekayasa dagangan. Daging menjadi lebih berat dari kondisi aslinya sehingga konsumen dirugikan.

Kualitas daging yang digelonggong juga turun. Akibatnya, daging mudah membusuk. Sutardi mengimbau pedagang tak menjalankan usaha seperti itu. Polisi akan menindak tegas pelaku.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten