Polisi Ciduk Pria Terduga Jaringan Saracen di Pekanbaru
Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Seorang pria yang diduga terlibat jaringan Saracen di Pekanbaru diciduk polisi.

Solopos.com, PEKANBARU -- Aparat dari Mabes Polri bersama Polda Riau menangkap seorang berinisial MA yang diduga terkait sindikat Saracen, di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Rabu (30/8/2017).

"Iya tadi ada polisi masuk rumahnya, kita ingin tahu kenapa warga saya dibegitukan, lalu ditunjukkan oleh polisi postingan beliau [MA]. Polisinya dari Bareskrim Polri dan Polda," kata Ketua RT 002/ RW 006, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Wagino, 40, di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan awalnya datang dari Bareskrim sekitar tiga atau empat orang lalu dari Polda Riau dalam jumlah sama sehingga total ada delapan polisi. Aparat, kata dia, menggunakan dua unit mobil yakni Honda CRV dan Nissan Trail.

Dia mengatakan suasana kondusif dan masyarakat biasa saja saat itu pada pukul 06.00 WIB. Sekitar 40 menit berlalu kegiatan polisi itu selesai dan tersangka MA diamankan.

"Saat itu, anak-anak mau berangkat sekolah, kita tidak menyangka ada itu. Ibu tersangka menyaksikannya, shock juga tadi. Barang bukti yang dibawa tadi setahu saya cuma telepon seluler dua. Iya ponsel pintar," ujar Wagino.

Lebih lanjut dia mengatakan, tersangka MA tinggal di rumah tersebut bersama ibunya Latifah. MA, 39, memang sejak lahir di rumah tersebut dan di sebelahnya ada empat rumah petak miliknya yang disewakan. Sedangkan di depan rumahnya ada masjid yang tanahnya merupakan wakaf dari keluarganya.

"Keluarga tinggal di sini, karena memang orang sini, besar di sini. Itu masjid tanahnya wakaf dari keluarganya, kuburan bapaknya juga ada di situ," cerita Pak RT.

Wagino mengatakan istri MA sendiri tidak berada di rumah itu. MA memiliki dua anaknya yang tinggal bersama kakaknya di Sorek, Pelalawan. "Selama ini aman-aman saja, tak ada masalah, tak ada yang tahu. Beliau [MA] juga tidak bergaul di sini, kita tak tahu kerjanya. Infonya bergabung dengan teman satu angkatannya Jurusan Teknik, Universitas Riau. Swasta, proyek sana-sini mungkin," ungkap Wagino.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom