Ilustrasi Perdagangan Manusia (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, BEIJING – Berkat kerja sama yang dilakukan polisi China dan lima negara Asia Tenggara, 1.130 perempuan berhasil diselamatkan dari upaya perdagangan manusia.

Dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (22/6/2019), operasi ini sudah dimulai kepolisian China sejak pertengahan tahun lalu. Polisi menangkap 1.322 tersangka pelaku perdagangan manusia. Mereka diduga telah memancing dan menculik korbannya dengan tawaran pernikahan atau pekerjaan bergaji tinggi.

Para pelaku berpura-pura menjadi pria tampan di media sosial, mereka kemudian menawari pekerjaan di hotel atau restoran dengan gaji tinggi. Ketika korban berhasil dipancing oleh pelaku, korban akan dibius lalu pelaku mengambil semua barang dan dokumen berharga. Korban kemudian dibawa ke desa-desa di pedalaman China.

"Beberapa tahun terakhir, para pelaku perdaganan manusia bersekongkol untuk menculik perempuan dari negara tetangga dan menjual mereka sebagai istri di China," ungkap Guo Lin yang merupakan juru bicara keamanan publik pada konferensi di Beijing.

"Ini merupakan pelanggaran HAM serius," lanjutnya.

Permintaan pengantin perempuan meningkat sejak tiga tahun terakhir, hal ini dipicu kebijakan satu anak yang diterapkan oleh Beijing. Akibatnya, keseimbangan gender terganggu dan banyak pria dari pedesaan kesulitan mencari istri.

China telah menandatangani kerja sama dengan Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand pada 2004 untuk menanggulangi perdagangan manusia di seluruh Asia Tenggara. Saat ini sudah ada delapan kantor perhubungan yang berfungsi untuk koordinasi antar negara disekitar China. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten