Mobil Kia Picanto yang dipakai untuk taksi online terbakar di Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (19/6/2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Kasus mobil taksi online terbakar di Purwosari, Laweyan, Solo, dipastikan karena disengaja. Polisi saat ini masih memburu pelaku pembakaran mobil tersebut.

Mobil Kia Picanto berpelat nomor B 1783 VFP yang disewa Deni Hari Susanto untuk usaha taksi oleh terbakar di rumahnya, Jl. Kemuning, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (19/6/2019) dini hari lalu.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, saat dijumpai wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (28/6/2019), mengatakan penemuan jeriken berisi bahan bakar di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) merupakan indikasi unsur kesengajaan itu.

Jajaran Polresta sudah mengumpulkan petunjuk-petunjuk yang mengarah ke pelaku pembakaran. Namun demikian, Wakapolres berpendapat kasus pembakaran mobil itu terlalu jauh apabila dikaitkan dengan teror pembakaran mobil seperti yang terjadi di Kota Semarang beberapa waktu lalu.

"Kamera pengawas menangkap orang mencurigakan yang meninggalkan gang sempit rumah korban. Memang belum dapat dipastikan ia pelaku pembakaran atau bukan. Ini masih petunjuk yang terus diselidiki oleh anggota di lapangan mendetail. Kami harus menangkap pelakunya dahulu untuk memastikan motif pembakaran apakah teror, dendam, atau iseng saja,” ujar Andy.

Tidak adanya saksi mata yang melihat langsung saat pelaku membakar mobil juga menjadi kendala tersendiri. Para saksi hanya melihat ketika bagian belakang mobil sudah terbakar di gang sempit depan rumah Deni Hari Susanto.

Menurut Wakapolres, berdasarkan catatan kepolisian, Deni merupakan residivis kasus narkotika. Namun, ia juga belum dapat memastikan keterkaitan pembakaran mobil dengan status Deni yang merupakan residivis.

Ia menegaskan sebelum kejadian pembakaran yang merusak seluruh bagian belakang mobil itu, jajaran Polresta Solo telah melaksanakan patroli subuh atau gerakan salat subuh berjamaah di masjid. Hal itu akan semakin ditingkatkan dengan cara berjalan kaki menuju ke masjid.

Sebelumnya, istri Deni, Retno Ari Setyo, mengatakan suaminya tidak sedang berselisih dengan rekan-rekannya sesama pengemudi taksi online maupun dengan tetangga.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: