Polisi Boyolali Belum Tahu Motif Begal Aniaya Siswi SMK
Lusia, 17 warga Ngawen, Klaten, 17, Rabu (19/9/2018), terbaring di RSUD Pandan Arang Boyolali. (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- Aparat Polres Boyolali belum mengetahui secara pasti motif Bagas Aulid Saputra, 22, menganiaya kenalannya sesama pendaki gunung yang juga siswi SMK di Klaten, Lusia Intan Wijayaningsih, 17.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara ini, motif pelaku melakukan kekerasan kepada korban karena dia ingin merampas kendaraan korban,” ujar Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno saat ditemui di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis (20/9/2018).

Mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Joko menambahkan penyidik masih mendalami motif tindakan nekat Bagas itu. “Kami belum tahu apa yang melatarbelakangi pelaku ini nekat melakukan itu [penganiayaan],” imbuhnya.

Joko mengatakan Bagas dan Lusia sama-sama punya hobi naik gunung. Tindakan pembegalan dan penganiayaan itu juga dilakukan dalam perjalanan pulang dari mendaki Gunung Slamet, Senin (17/9/2018).

Bagas yang memboncengkan Lusia pakai sepeda motor Lusia berhenti di jalan dekat Perum Galih Asri Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Bagas kemudian mencekik, memukul, dan menusuk Lusia pakai pisau sehingga Lusia jatuh tak berdaya.

Lusia sampai harus berpura-pura meninggal agar tak dianiaya lebih parah lagi. Sepeda motor Honda Beat D 2522 IH dan ponsel Lusia dibawa kabur Bagas yang merupakan warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Bagas tertangkap sehari sesudah kejadian atau Selasa (18/9/2018) di Magelang. Sementara Lusia ditolong warga dan dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom