Polisi Belum Bisa Tangkap Anak Kiai Jombang DPO Kasus Dugaan Pencabulan

Upaya Polda Jatim menangkap anak kiai ternama di Jombang Jawa Timur yang ditetapkan sebagai DPO kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya, MSA, belum membuahkan hasil.

 Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat, bertemu dengan Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi, saat berupaya menangkap anaknya yang ditetapkan sebagai DPO kasus dugaan pencabulan. (Istimewa/YouTube tvonenews)

SOLOPOS.COM - Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat, bertemu dengan Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi, saat berupaya menangkap anaknya yang ditetapkan sebagai DPO kasus dugaan pencabulan. (Istimewa/YouTube tvonenews)

Solopos.com, JOMBANG — Upaya Polda Jatim menangkap anak kiai ternama di Jombang Jawa Timur yang ditetapkan sebagai DPO kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya, MSA, belum membuahkan hasil.

Kasus tersebut bermula saat perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah yang tak lain adalah salah satu santriwati atau anak didik MSA di pesantren melaporkan peristiwa yang dia alami kepada polisi pada Oktober 2019.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Korban melaporkan MSA ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan. Laporan tersebut diterima dengan No.LP:LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. MSA telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019.

Selama ditangani Polres Jombang, MSA tidak pernah memenuhi panggilan penyidik. Kasus diambil alih Polda Jatim, tetapi polisi masih belum bisa menangkap anak kiai Jombang yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan tersebut.

Bahkan, upaya jemput paksa sempat dihalang-halangi jemaah pesantren. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Dirmanto, mengatakan mobil berpelat nomor S 1741 ZJ sempat menghalang-halangi polisi saat hendak menangkap MSA.

Baca Juga : Anak Kiai Jombang DPO Kasus Dugaan Pencabulan, Begini Kronologinya

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/7/2022) sekitar pukul 12.45 WIB. Tim Polda Jatim hendak menangkap anak kiai Jombang yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan, MSA. “Saat di jalan raya di Jombang, tim dihalang-halangi oleh mobil berpelat nomor S 1741 ZJ. Akibat peristiwa tersebut, salah satu anggota kami terjatuh,” katanya.

Dirmanto menegaskan pihaknya terus mengejar MSA yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan santriwatinya. “Upaya tindak lanjut kami adalah terus melakukan upaya pengejaran terhadap MSA,” jelasnya.

Tersangka Kabur

Dilansir dari akun YouTube metrotvnews, Rabu (6/7/2022), berjudul Bersembunyi Dalam Ponpes, Tersangka Pencabulan Santri di Jombang Gagal Ditangkap Polisi yang diunggah pada Senin (4/7/2022).

Unggahan tersebut menjelaskan polisi sempat menahan laju salah satu mobil yang digunakan tersangka pada Minggu. Namun, anak kiai Jombang yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan itu berhasil kabur dengan berpindah mobil.

Baca Juga : Lo! 2 Tahun Jadi Tersangka Pemerkosaan, Anak Kiai Jombang Tak Ditahan

Ia disebut-sebut melarikan diri dan bersembunyi ke dalam ponpes di Jombang. Aksi polisi berupaya menangkap MSA itu sempat beredar. Dalam video amatir tampak kendaraan MSA sempat dihadang di salah satu ruas jalan di Kecamatan Ploso Jombang. Polisi menerjunkan ratusan personel, termasuk Brimob Polda Jatim. Mereka datang ke ponpes di Jombang untuk menangkap MSA, tetapi gagal.

Kemudian, beredar video memperlihatkan Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat, duduk di dekat Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi. Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi merupakan ayah tersangka yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan.

Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi, meminta Kapolres kembali dan tidak menangkap anaknya yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan itu. Bahkan, ia menyebut anaknya merupakan korban fitnah.

Sikap Polisi

Berikut isi pernyataan Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi.

Baca Juga : 2 Tahun Lebih Belum Ditangkap, Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan

“Bismillahirrahmanirrahim. Allahu Akbar. Demi untuk keselamatan kita bersama, demi untuk kejayaan Indonesia Raya. Masalah ini masalah keluarga. Untuk keselamatan kita bersama, untuk kebaikan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya. Masalah fitnah ini masalah keluarga. Masalah keluarga. Untuk itu kembalilah ke tempat masing-masing. Jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena iftnah ini. Semuanya itu adalah fitnah. Allahu Akbar. Cukup itu saja,” tutur Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, K. H. Muhammad Mukhtar Mukthi, seperti dilansir dari YouTube tvonenews berjudul Jadi Tersangka Pencabulan, Anak Kyai Kebal Hukum? yang diunggah pada Rabu (6/7/2022).

Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat, mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan penindakan. “Berupaya lakukan penangkapan terhadap tersangka MSA. Ada kendala di lapangan dan kami tadi lakukan kegiatan siaga. Kami melaksanakan tindakan tapi situasi tidak memungkinkan. [Kami] menunggu situasi lebih memungkinkan,” ujar Kapolres seperti dilansir dari YouTube metrotvnews.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      + PLUS Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      Gempa bumi dalam dan menengah yang biasa terjadi di Laut Jawa menyimpan banyak misteri yang belum terungkap dengan detail. Banyak teori yang membahas tentang fenomena gempa bumi dalam dan menengah.

      Berita Terkini

      Berbaju Adat Bangka Belitung, Ini Potret Jokowi di Sidang Tahunan MPR

      Presiden Jokowi mengenakan baju adat dari Bangka Belitung dalam Sidang Tahunan MPR RI, Selasa, 16 Agustus 2022.

      Link Streaming Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi 16 Agustus 2022

      Berikut ini terdapat link streaming pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI, Selasa, 16 Agustus 2022 menjelang HUT ke-77 RI.

      Dijaga 4.642 Personel Gabungan, Ini Agenda Sidang Tahunan MPR 2022

      Sebanyak 4.642 personel gabungan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengamankan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD  Tahun 2022.

      Semangat Mahasiswa Baru UKSW Salatiga Ikuti Masa Orientasi

      Mengangkat tema Fostering Your Imagination and Adaptability, OMB dibuka dengan rangkaian opening ceremony yang digelar di Lapangan Sepak Bola UKSW serta dihadiri pimpinan universitas dan fakultas.

      Dikunjungi Dewan Pers, PPP: 14 Pasal RKUHP Wajib Dibahas DPR

      Anggota Fraksi PPP itu menilai 14 pasal yang direformulasi oleh Dewan Pers itu wajib dibahas di rapat DPR.

      Operator Truk Meninggal Akibat Tertimpa Kontainer

      Korban Imam Kastiawan berada di dalam truk saat sebuah kontainer tiba-tiba jatuh menimpa.

      Ditolak LPSK, Putri Sambo Ternyata Minta Dilindungi dari Pemberitaan

      Salah pengajuan yang diminta oleh Putri Candrawathi adalah agar dilindungi dari berita atau wartawan.

      Pascaisu Ferdy Sambo Bos Judi, Ratusan Penjudi Digulung Polisi

      Sejak sepekan terakhir ratusan penjudi di berbagai tempat dibekuk aparat.

      Gempa Dangkal Guncang Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat

      Dua gempa terjadi masing-masing di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat, Senin (15/8/2022).

      KIB Bertekad Membuat Masyarakat Indonesia Sejahtera, Begini Strateginya

      Untuk menjadikan masyarakat Indonesia sejahtera, kaya sebelum menua, KIB memiliki sejumlah strategi.

      KIB Sepakati Visi Misi, Tawarkan Keberlanjutan Kebijakan Jokowi

      Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyepakati visi dan misi dalam pembicaraan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8/2022).

      Beberapa Pasal RKUHP Mengancam Iklim Usaha dan Investasi

      Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini belum selesai dibahas DPR bersama pemerintah mengandung pasal-pasal yang mencampuri urusan sektor privat dunia usaha.

      Timsus Diserang, Staf Ahli Kapolri: Ada Faksi-Faksi di Kepolisian

      Menurut Muradi, serangan balik terhadap Tim Khusus pengusut Ferdy Sambo dikarenakan adanya faksi-faksi atau kelompok-kelompok di tubuh Polri.

      IPW Sebut Timsus Kapolri Diserang Balik Kelompok Ferdy Sambo

      Tim Khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono tersebut saat ini mendapat serangan balik dari kelompok Ferdy Sambo yang tidak ingin praktik lancung mereka terbongkar.

      Ditangkap! Ini Tampang Pemerkosa Remaja SMP "Budak Seks" Pati

      Tersangka kasus pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan remaja SMP di Pati sebagai budak seks akhirnya ditangkap.