Tutup Iklan

Polemik Seleksi Perdes Padas Sragen, Peserta Nilai Tertinggi Berubah

Tim pencari fakta dalam seleksi perangkat Desa Padas untuk formasi sekdes menemukan ada dua sertifikat keahlian milik peserta yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

 Tim Pengangkatan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Padas menempel pengumuman hasil verifikasi sertifikat dari calon sekretaris desa di Kantor Desa Pasar, Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (25/11/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Tim Pengangkatan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Padas menempel pengumuman hasil verifikasi sertifikat dari calon sekretaris desa di Kantor Desa Pasar, Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (25/11/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Tim Pengangkatan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (Perdes) Padas, Kecamatan Tanon, Sragen menghitung ulang nilai sejumlah calon sekretaris desa. Penilaian dilakukan sesuai hasil verifikasi lapangan tim pencari fakta (TPF) seleksi Perdes Padas. Hasilnya peserta dengan dengan jumlah nilai tertinggi berubah.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (25/11/2021), jajaran Polsek dan Babinsa Tanon setempat bersiaga menjaga keamanan di Balai Desa Padas. Camat Tanon, TPF, Tim Pengangkatan Penjaringan dan Penyaringan Perdes Padas (selanjutnya disebut tim seleksi), dan peserta berdiskusi di ruang tertutup di balai desa.

Tujuh peserta seleksi Sekdes Padas diundang dalam pertemuan itu. Namun, ada tiga peserta yang tidak hadir, yaitu Fathul Jalal, Andrian Tri Marsono, dan Dokik Indah Surfila.

Baca Juga: Seleksi Perdes Padas Bergejolak, Camat Tanon Bentuk Tim Pencari Fakta

Sekretaris tim seleksi, Yusup Syaifudin, menjelaskan TPF melaporkan ada dua sertifikat yang tidak bisa dinilai karena tim tidak menemukan kantornya.

Sertifikat pertama merupakan milik Dwi Prasetyo Joko Junianto dengan sertifikat Komputer Program Windows yang diterbitkan lembaga Star Komputer. Temuan kedua adalah sertifikat Operator Komputer Berbasis Windows milik Umi Sholikhah yang diterbitkan LPK Artha Mulia.

Menurut dia, panitia melakukan penghitungan ulang nilai para peserta pada formasi sekdes sesuai hasil verifikasi dan disaksikan semua orang yang hadir di ruangan tersebut. Peserta dengan sertifikat yang tidak bisa diverifikasi mendapatkan pengurangan nilai.

Hasil verifikasi lapangan, peserta dengan nama Muhammad Ahyani Mursyid mendapatkan nilai tertinggi yaki 63,50. Di belakangnya ada Fathul Jalal menempati dengan nilai 62,23.

Baca Juga: 113 Desa Di Sragen Siap Gelar Perekrutan Perdes, Ada Ratusan Lowongan

Sebelumnya, Fathul mendapatkan nilai tertinggi atau di atas Mursyid. Sedangkan urutan nilai lainnya masih tetap sama.

“Untuk kemarin yang kami laksanakan sebelum TPF berjalan menerima aduan tiga formasi semantara yang tidak puas hanya formasi sekdes. Kami tim panitia menyatakan tidak ada aduan apapun yang kami terima setelah ini. Kami melanjutkan pada proses selanjutnya rekomendasi ke camat,”paparnya.

Mursyid mengatakan ada perubahan nilai setelah verifikasi tahap satu dan tahap dua sehingga dia memperoleh nilai tertinggi. Dia berharap tim panitia yang melakukan penjaringan di desa-desa lain lebih berhati-hati, transparan, dan akuntabel.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

Nilai uang simpanan para anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo yang masih tertahan hingga saat ini bervariasi dan ada yang mencapai Rp570 juta seorang.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

Pakar Pengupahan UNS Solo: Penetapan UMK 2022 Untungkan Pengusaha

Pakar pengupahan yang juga akademisi UNS Solo menilai penetapan UMK 2022 yang berdasarkan PP No 36 lebih berpihak pada kalangan pengusaha ketimbang pekerja.

Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

SE Wali Kota Solo tentang PPKM yang terbit pada Selasa (30/11/2021) mengatur sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat sebagai antisipasi libur Nataru.

Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Pelaku berinisial F, 31, warga Kecamatan Klaten Tengah, ditangkap di rumahnya, Selasa (30/11/2021) pagi.