POLEMIK PASAR IR. SOEKARNO : PT Ampuh Sejahtera Gugat Pemkab Sukoharjo
Pasar Ir. Soekarno (ilustrasi/JIBI/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO--PT Ampuh Sejahtera selaku kontraktor pembangunan Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo melayangkan gugatan perdata terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sejumlah pihak di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo ke Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Selasa (11/2/2014). Langkah tersebut diambil karena PT Ampuh Sejahtera tak melihat adanya itikad baik dari Pemkab untuk menyelesaikan sengketa kontrak di antara kedua belah pihak.

Ketua tim legal PT Ampuh Sejahtera, Farida, didampingi anggota tim legal, Yoyok Siswoyo dan Manajer Teknis PT Ampuh Ajiyono, dalam jumpa pers yang digelar di salah satu rumah makan di Sukoharjo, Selasa, mengatakan gugatan secara resmi sudah didaftarkan denganrnomor 11/PDT.G/2014/PN. SKH ke PN Sukoharjo. Menurutnya, langkah itu diambil karena pihaknya tidak melihat ada tindak lanjut yang baik dari Pemkab Sukoharjo.

“Akhir-akhir ini banyak pihak yang membuat pernyataan di media. Hal itu menyudutkan PT Ampuh Sejahtera karena seolah kesalahan dalam mangkraknya Pasar Ir. Soekarno disebabkan oleh kami. Akhirnya kami menempuh upaya hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya kepada wartawan.

Ia menegaskan, upaya hukum yang diambil bukan berarti menjadi bentuk perlawanan terhadap Pemkab Sukoharjo. Namun, runyamnya kasus pasar menurutnya terjadi karena perencanaan pembangunan pasar belum matang.

“Dari sisi perencanaan sudah bermasalah. Hal itu kami ceritakan dalam gugatan. Misalnya gambar yang tidak lengkap dan lain sebagainya,” kata dia.
Dijelaskannya, gugatan perdata kepada Pemkab Sukoharjo dilakukan karena Pemkab melakukan one prestasi atas proyek pasar. Untuk mencari keadilan, ia mencantumkan nama Udy Bintarta selaku PPK sebagai tergugat dan mencantumkan enam nama lain sebagai turut tergugat.

“Yang kami cantumkan dalam klausul turut tergugat adalah Kepala Disperindag, Bupati, Sekretaris Daerah, Konsultan Pengawas (PT Dieng Agung), konsultan perencana (CV Dharma Cipta) dan panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP). Pihak-pihak tersebut kami nilai berperan dalam masalah kompensasi,” terangnya.

Menurutnya, akibat kompensasi, pihaknya berhak meminta ganti rugi. Beberapa item yang diminta adalah kekurangan pembayaran senilai Rp6.214.750.000, bunga sebesar 4 % per bulan dan kerugian immaterial senilai Rp100 miliar.
“Ada juga ganti rugi kompensasi sebesar Rp10 miliar,” ujarnya.

Yoyok Siswoyo menambahkan, pihaknya berharap Badan Pemeriksa Keuangan dan tim ahli dari UGM tidak memberikan statemen yang menyudutkan pihaknya ke media. Pasalnya, sesuai data yang mereka miliki, masalah Pasar Ir. Soekarno sudah terlihat saat gambar bangunan mengalami revisi berulang kali.
“Pada 29 September 2012, masih ada 80 gambar revisi yang diserahkan kepada kami. Itupun belum lengkap. Bahkan, pada 9 Februari 2013, masih ada susulan gambar,” tegasnya.

Manajer Teknis PT Ampuh, Ajiyono, dalam kesempatan itu juga menyampaikan pada 5 September 2012, PPK dam konsultan perencana mengakui gambar belum selesai direvisi. Pada waktu-waktu selanjutnya, gambar baru dikirim secara bertahap.

“Pada 19 September 2012, kami sebenarnya sudah mengancam akan berhenti mengerjakan pasar karena gambar tak kunjung selesai,” kata dia.
Sementara itu, Sekda Sukoharjo, Agus Santoso, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa, menyatakan menghargai upaya PT Ampuh Sejahtera untuk menggugat. Menurutnya, hal itu menjadi hak warga negara untuk mengakhiri perselisihan yang kunjung selesai.

“Kami menyerahkan kepada proses hukum. Saya akan mengkaji hal ini dengan Bupati dan Kabag Hukum Setda Sukoharjo,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika diperlukan, Pemkab Sukoharjo bisa meminta bantuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo sebagai kuasa hukum. Namun, bagaimanapun, kata dia, Pemkab Sukoharjo masih menunggu hasil audit BPK.

“Karena saat ini pasar itu menjadi objek pemeriksaan BPK, saya tak bisa banyak berkomentar. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan BPK yang kemungkinan keluar akhir Februari 2014,” pungkas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho