Tutup Iklan

Polemik KPK Kian Panas, Novel Baswedan Cs Laporkan Anggota Dewan Pengawas

Anggota Dewan Pengawas KPK, Profesor Indriyanto Seno Adji, dilaporkan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK yang dinonaktifkan. Indiryanto dituduk melanggar etik.

 Penyidik KPK Novel Baswedan. (Antara-Indrianto Eko Suwarso)

SOLOPOS.COM - Penyidik KPK Novel Baswedan. (Antara-Indrianto Eko Suwarso)

Solopos.com, JAKARTA -- Penyidik KPK, Novel Baswedan dan 74 rekannya yang dinonaktifkan melakukan perlawanan. Mereka melaporkan anggota Dewan Pengawas KPK, Prof Indriyanto Seno Adji, atas dugaan melanggar etik.

"Terkait dengan kegiatan kami di gedung ini, tadi yang sudah disampaikan Pak Sujanarko, bahwa kami melaporkan Profesor Indriyanto Seno Adji sebagai anggota Dewan Pengawas KPK," kata Novel di gedung KPK, di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (17/5/2021).

Novel menyebut Indriyanto melanggar etik saat mengikuti hal yang bersifat operasional seperti mengikuti konferensi pers bersama Ketua KPK, Firli Bahuri.

"Kami melakukan perhatian dengan hal tersebut. Kami dapati ada salah satu anggota Dewas yang bernama Profesor Indriyanto Seno Adji, beliau diduga melakukan pelanggaran kode etik yang serius. Kenapa demikian? Dewan pengawas sebagaimana yang kita tahu tentu fungsinya adalah salah satunya melakukan pengawasan. Siapa yang diawasi? Pimpinan KPK dan pegawai KPK. Dan juga bertanggung jawab untuk menjadi hakim etik," katanya.

"Ketika Dewan Pengawas melakukan hal yang sifatnya operasional, contohnya ikut dalam konferensi pers, yang itu dilakukan Profesor Indriyanto Seno Adji bersama dengan Ketua KPK Pak Firli Bahuri, itu kami lihat sebagai permasalahan," sambungnya.

Baca Juga: Balada Pegawai KPK: Berani Jujur, Dinonaktifkan

Tak Profesional

Selanjutnya, Novel menyebut Indriyanto belum banyak mempelajari hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang sudah ditandatangani Firli. Dengan itu, Novel dkk menilai Indriyanto sudah melanggar nilai profesionalisme.

"Yang kedua, kita tahu bahwa Profesor Indriyanto Seno Adji belum mempelajari dengan detail permasalahan. Belum mendengarkan laporan-laporan dari kami tentang masalah-masalah dugaan perbuatan melawan hukum atau perbuatan sewenang-wenang yang dilakukan pimpinan KPK belum juga melakukan telaah atas dokumen. Juga terkait dengan data-data atau aturan lainnya, tiba-tiba memberikan pendapat ke publik seolah-olah tindakan atau SK yang ditandatangani oleh Pak Firli Bahuri seolah-olah benar. Padahal itu dilakukannya dengan sepihak," ujarnya.

"Ketika hal itu terjadi, tentu itu sudah tampak sekali sikap yang melanggar nilai-nilai profesionalisme. Bagaimana bisa diharapkan berbuat adil, kalau belum-belum sudah berpihak. Padahal fungsinya adalah pengawas bukan pembela. Jadi saya tegaskan Profesor Indriyanto Seno Adji bukan pembelanya Firli Bahuri, jadi oleh karena itu Dewas mesti harus paham," tambahnya.

Baca Juga: Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Sebelumnya, Indriyanto terlihat hadir dalam konferensi pers ketika Ketua KPK Firli menyampaikan hasil TWK. Dia hadir bersama Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, dan Sekjen KPK, Cahya Harefa.

Lebih jauh Novel menduga peralihan status pegawai KPK menjadi ASN banyak melanggar aturan. Dia menyebut hal ini merupakan permasalahan serius.

"Tentunya saya bisa menggambarkan demikian, bahwa proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN, sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang, kami telusuri, kami perhatikan dan kami cermati, banyak dugaan tindakan yang salah, tindakan yang melanggar aturan-aturan hukum yang dilakukan oleh oknum pimpinan KPK. Dan ini tentunya kami melihat sebagai masalah yang serius," ujar Novel.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

+ PLUS Prisma Divonis Jadi Anak Zaman Ternyata Mampu Melampaui Zaman

Sejarah membuktikan Prisma telah dan mampu melampaui, dalam arti transcend, zaman yang melahirkannya, meski tidak selalu pada tingkat keberhasilan yang sama.

Cerita Kampung Renteng Jadi Lautan Debu, Tertimbun Abu Gunung Semeru

Kampung Renteng i Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lautan debu akibat tertimbun abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.

BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Warga Terluka akibat Erupsi Semeru

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapkan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur hingga Minggu (5/12/2021).

Cerita Wabup Lumajang: Warga Terjebak Erupsi Semeru, Kasihan Pak

BNPB menyiapkan dua unit helikopter untuk kebutuhan evakuasi korban letusan Gunung Semeru dan ada tiga satuan setingkat kompi TNI.

PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Bisa Lebih Jauh

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bisa lebih jauh dari saat ini.

+ PLUS KND Bisa Mendegradasi Isu Hak Asasi Manusia Menjadi Urusan Sosial

Dalam kenyataan empiris, salah satu kesulitan terbesar selama ini adalah mentransformasikan disabilitas dari isu sosial menjadi isu hak asasi manusia.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah di Solo Baru, Kisah Pilu Novia

Ulasan tentang harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo menjadi berite terpopuler di Solopos.com, Minggu (5/12/2021) pagi.

Gunung Semeru Meletus, Waspada Potensi Lontaran Batu Pijar di Puncak

Ada beberapa potensi bahaya akibat Gunung Semeru meletus yang perlu diwaspadai.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Semarang

Hari kedua, Minggu (5/12/2021), Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group bersiap mengeksplorasi beragam layanan digital di Prodia dan XL Axiata yang menjadi tulang punggung ekonomi digital di Jawa Tengah.

Gunung Semeru Meletus, Merapi & 2 Gunung Lain Siaga

Peristiwa Gunung Semeru meletus memengaruhi kondisi tiga gunung berapi lain termasuk Merapi yang saat ini berada dalam status siaga.

Inilah Penyebab Gunung Semeru Meletus

Badan Geologi menduga Gunung Semeru meletus akibat curah hujan yang membuat kondisi endapan lava tidak stabil.

Sejarah Hari Ini : 5 Desember 1957, Geger Peristiwa Sinterklas Hitam

Beragam kejadian bersejarah terjadi pada 5 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya peristiwa Sinterklas Hitam.

Polisi Temukan Bukti Bripda RB dan Korban Dua Kali Aborsi

Polisi temukan bukti aborsi dalam kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Polda Jatim Tahan Bripda RB Terkait Bunuh Diri Novia Widyasari

Polda Jawa Timur menahan Bripda RB terkait kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Jembatan Putus Akibat Lahar Semeru, Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang lewat selatan di jalur Piket Nol ditutup total.