Sabu-sabu sebanyak 10,8 kg disita Polda Jatim. (detik.com)

Solopos.com, SURABAYA -- Resnarkoba Polda Jatim berhasil menggagalkan peredaran 10,8 kg sabu-sabu yang disamarkan dalam bungkus teh cina. Barang haram itu sedianya diedarkan di Madura dan Surabaya.

Satu tersangka bernama Dio Anggriawan Soebandi, 31, ditangkap polisi. Pria asal Gresik ini berperan sebagai kurir. Ia ditangkap setelah mengambil sabu-sabu dari salah satu hotel di kawasan Juanda Surabaya untuk dibawa ke Terminal 2 Juanda.

"Pada 2 Januari [2020] kami menangkap satu tersangka dan barang bukti hampir 11 kilogram sabu di sekitar Juanda," kata Wadir Resnarkoba Polda Jatim, AKBP Nasriadi, di Mapolda, Rabu (15/1/2020), seperti dilansir detik.com.

Kasus ini terungkap berawal dari masuknya informasi ke polisi soal akan adanya transaksi narkoba di Surabaya. Barang tersebut dikirim dari Myanmar menuju Serawak, Malaysia, lalu ke Batam dan berakhir di Surabaya melalui jalur laut.

"Jadi barang ini dibawa oleh pelaku secara estafet, dari Myanmar sampai Surabaya. Dari pengakuan tersangka barang ini rencananya dikirim ke Pulau Madura dan diedarkan di Surabaya," imbuh Nasriadi.

Ia menambahkan, pelaku cerdik dalam mengemas sabu. Barang terlarang itu dibungkus dalam kemasan teh cina berwarna hijau. Selain itu, sabu ini juga dibungkus rapi menjadi 10 bungkus.

"Jadi kita temukan 10 bungkus plastik kemasan teh cina warna hijau, saat kami temukan ternyata di dalamnya adalah sabu-sabu dengan total berat 10,8 kg," ujarnya.

Pihaknya kini tengah mengejar satu tersangka lain yang berinisial Z. Berdasarkan pengakuan Dio, dirinya dikendalikan Z untuk mengantar barang ke Terminal 2 Juanda.

"Jadi tersangka DAS ini dikendalikan oleh Z untuk mengambil mobil yang di dalamnya berisi sabu-sabu. Lalu kemudian diserahkan kepada pembeli," ucap Nasriadi.

Saat pengembangan, ternyata kasus ini berhubungan dengan pengungkapan kasus yang dilakukan Polrestabes Surabaya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten