Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel. (Semarangpos.com)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah menerjunkan tim untuk menyelidiki motif di balik deklarasi Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, mengatakan tim yang dikirim ke Purworejo tersebut nantinya akan meminta keterangan beberapa orang saksi, termasuk meminta klarifikasi pasangan suami istri, Totok Santosa dan Dyah Gitaraja, yang mengklaim sebagai pimpinan Keraton Agung Sejagat.

“Totok Santosa dan istrinya, Dyah Gitaraja, kami minta klarifikasi serta mengumpulkan data terkait legalitas hingga sejarahnya. Pengumpulan data sekaligus klarifikasi itu untuk mengetahui profil dari organisasi ini, kemudian legalitas pendiriannya, serta motifnya,” ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, saat dijumpai wartawan di Mapolda Jateng, Selasa (14/1/2020).

Sementara itu, Wakapolres Purworejo, Andis Arfan Tofani, mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanganan terkait kelompok yang mengklaim sebagai Keraton Agung Sejagat. Pihaknya bahkan sudah menginterogasi beberapa orang terkait kelompok tersebut.

“Sudah beberapa orang yang kita minta klarifikasi. Tapi, pimpinannya belum. Tapi, itu kan bertahap nantinya,” ujar Andis saat dihubungi Solopos.com, Selasa sore.

Andis menambahkan saat ini tim Polda Jateng juga sudah tiba di Purworejo. Tim Polda Jateng itu akan membantu aparat Polres Kabupaten Purworejo dalam melakukan penyelidikan terkait motif organisasi yang mengklaim memiliki anggota sekitar 425 orang itu.

“Sudah, tim Polda Jateng sudah tiba. Dalam penanganan kasus ini, kami juga dibantu aparat TNI,” tuturnya.

Keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo ini kali pertama tersiar di media sosial, Facebook. Foto dan video kirab Keraton Agung Sejagat yang digelar di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, yang dinamai Ritual Wilujengan itu bahkan sempat viral di Facebook grup Cah Purworejo Perantauan.

Video tersebut menunjukkan sejumlah pria berpakaian seperti seragam prajurit keraton warna hitam tampak menabuh drum dan meniup seruling. Tiga orang pria yang berada di depan membawa panji-panji dan bendera.

Mereka yang bersegaram warna hitam juga memakai topi mirip milik aparat kepolisian. Lencana bintang juga terlihat melekat di bahu mereka.

Barisan di belakangnya merupakan beberapa pria yang memakai seragam yang dominan warna merah muda. Mereka masing -masing membawa tombak. Barisan orang yang membawa tombak diikuti oleh para wanita yang menari.

Sementara Totok Santosa Hadiningrat yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin Keraton Agung Sejagat, dengan sebutan Sinuhun tampak menunggang kuda. Sedangkan istrinya, Dyah Gitaraja, didaulat sebagai ratu dengan sebutan Kanjeng Ratu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten